OPINI : BURUKNYA PELAYANAN KESEHATAN DIRUMAH SAKIT ACEH

Bidikindonesia.com -Kesehatan dewasa ini mulai dijadikan prioritas utama dalam hidup. Karena kesehatan merupakan segala-galanya dan semua o...

Bidikindonesia.com -Kesehatan dewasa ini mulai dijadikan prioritas utama dalam hidup. Karena kesehatan merupakan segala-galanya dan semua orang ingin hidup sehat, tidak jatuh sakit, dan memiliki umur yang panjang. Menurut Notoatmodjo (2010:3) kesehatan bersifat holistik atau menyeluruh yang mengandung keempat aspek, yakni fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial. Kesehatan Masyarakat adalah suatu bidang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara bagaimana memberdayakan masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dalam kehidupan kita tentu tidak lepas dari masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang kita hadapi tentunya harus memiliki manajemen yang baik, maka itulah dibutuhkan tenaga ahli kesehatan masyarakat dalam bidang kebijakan kesehatan yang benar-benar memiliki ilmu manajemen yang baik. Dan dalam hal ini, pemerintah turut campur tangan di bawahi oleh KemenKes RI, sebagai suatu lembaga yang mengatur jalannya sistem kesehatan di Indonesia, Kementrian Kesehatan sangat bertanggung jawab akan hal ini. Tidak terlepas juga penulis merupakan selaku pembuat kebijakan kesehatan yang perlu melakukan analisisa terhadap setiap kebijakan kesehatan yang ada dan mampu memberikan jenis tindakan kebijakan apakah yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah tersebut agar derajat kesehatan di Indonesia lebih terarah untuk mencapai Indonesia Sehat.

Menurut UU RI Nomor 44 Tahun 2009, Rumah Sakit dikategorikan dalam Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus. Rumah Sakit Umum yaitu memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit, sedangkan Rumah Sakit Khusus yaitu memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.

Rumah sakit pada dasarnya bertujuan memberikan kepuasan bagi pasiennya. Dalam konsep perspektif mutu total (Perspectif Total Quality) dikatakan bahwa pasien merupakan penilai terakhir dari kualitas, sehingga kualitas dapat dijadikan salah satu senjata untuk mempertahankan pasien di masa yang akan datang. Kualitas pelayanan sangat penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan dengan sendirinya akan menumbuhkan citra rumah sakit tersebut.

Berbicara Rumah sakit, salah satu rumah sakit swasta di Penang, diakui, selain disukai orang Aceh dan Sumut juga difavoritkan oleh pasien-pasien asal Burma dan Thailand Selatan. hal ini karena jarak tempuhnya dekat, ongkosnya murah, dan pelayanan medis yang didapat sangat memuaskan. Dapat penulis simpulkan bahwa, sepanjang rumah sakit di Aceh dan Sumut tak mampu memberikan pelayanan prima seperti yang diberikan rumah sakit swasta di Malaysia dan Singapura, maka tren pasien Aceh-Sumut ramai-ramai berobat ke luar negeri tak bakal dapat dibendung. Kedua provinsi bertetangga ini akan kehilangan banyak devisa. Realitas tersebut semakin membuktikan bahwa tekad dan kiat Malaysia untuk menarik wisawatan dari negara-negara tetangganya, terutama Indonesia, sangat berhasil. Wisatawan asal Indonesia yang datang itu, selain untuk pelancongan, juga untuk berobat. Ini bagian dari industri pariwisata Malaysia yang sangat berhasil, karena gencarnya kampanye wisata yang mereka lakukan.

Isu perkembangan kesehatan masyarakat yang penulis dapatkan yang berkembang saat ini adalah, Aceh telah lama menerapkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin, yang sebelumnya bernama Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan kini berubah menjadi Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA). Program tersebut pun menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan menjadi contoh bagi pemerintah pusat yang juga turut memprogramkan kesehatan gratis bagi warga miskin, yakni Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, program layanan kesehatan gratis tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan baik, di mana banyak pasien mengeluhkan layanan yang diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit.

Seperti halnya yang penulis kutip dari berita harian Kompasiana (2014) bahwa pelanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Aceh Utara, dimana terdapat sejumlah ‘kejanggalan’ dalam pelayanan medis terhadap pasien. Sejumlah keluarga pasien, khususnya warga yang berasal dari pedalaman Aceh Utara, mengeluhkan layanan buruk dari pihak RSUD Cut Meutia. Pasalnya, para keluarga pasien menduga adanya ‘permainan’ obat yang dilakukan oleh para tenaga medis di RS tersebut, di mana keluarga pasien diminta untuk menebus obat hingga dua atau tiga kali dalam sehari, namun obat yang diambil di apotik di RS tersebut, tidak seluruhnya digunakan ke pasien. Hal lainnya juga didapatkan minimnya dokter spesialis, khususnya spesialis jantung dan bedah, yang membuat RS kewalahan dalam menangani pasien, sehingga terpaksa harus dirujuk ke Banda Aceh. Pihak RSUD Cut Meutia sudah berupaya melaporkan persoalan ini ke pemerintah, namun belum adanya solusi, sehingga terpaksa harus mengontrak dokter dari luar untuk dapat bekerja di RSUD Cut Meutia, sedangkan dokter tetap sangat terbatas.

Masalah lainnya juga penulis dapatkan lagi adanya kejadian meninggalnya Suryani dan bayinya, warga Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar yang diduga akibat terlambat penanganan medis saat berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh, menyita perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, beliau mengingatkan dokter agar dalam memberi pelayanan kepada masyarakat harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, bukan karena uang. “Tiap dokter yang diberi tanggung jawab itu harus bekerja, bukan karena uang tapi karena kemanusiaan,” ujarnya (Serambi Indonesia, 2016).

Isu terbaru sekarang yang menarik penulis tulis disini adalah baru-baru ini terjadi perdebatan antara tim medis RSUD Meuraxa Banda Aceh yang kini menjadi viral di dunia maya dan dinilai memperburuk wajah pelayanan kesehatan di Kota Madani yaitu munculnya video perselisihan dan adu mulut antara tenaga medis dengan keluarga pasien, yang sekrang ini beredar di media youtube patut disesalkan (BongkarNews, 2016).

Penulis menganalisa masalah tersebut di atas bahwa buruknya pelayanan kesehatan tidak hanya terjadi saat ini saja, jauh sebelumnya juga sudah begitu banyak kejadian yang menimpa pasien-pasien di Rumah Sakit mana pun di Aceh ini, tidak hanya di Provinsi tapi di daerahpun tidak luput dari kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan yang terima oleh masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan, seperti Malpraktek, tidak dilayani pada saat berobat, di telantarkan di RS, sampai salah diagnose juga begitu banyak terjadi. Selama ini kejadian-kejadian itu hanya sebatas kita dengar dari mulut kemulut saja atau melalui media massa, banyak masyarakat yang tidak berani melapor atau tidak mau berurusan dengan pihak RS karena merasa tidak ada solusinya, dan pemerintahpun seakan diam dengan berbagai keluhan dari masyarakat ini, tak ada tindakan tegas bagi pelaku dan bagi RS yang memberikan pelayanan yang buruk, bahkan pihak persatuan dokter-dokter yang di kenal dengan IDI dan Dewan Etik Kedokteran seakan melindungi koleganya, sehingga para pelaku merasa di atas angin. Kasus yang terjadi di atas adalah bukti catatan buruk pelayanan di Rumah Sakit, dan ini bukan catatan yang pertama tapi sebelumnya juga pernah di alami oleh orang lain dengan kasus berbeda, namun minimnya pengetahuan masyarakat terhadap tata cara pelaporan membuat masyarakat diam dan tidak berani mengadu.

Adapun analisa lain yang penulis dapatkan juga bahwa kurangnya tenaga yang handal untuk tenaga kesehatan terutama tenaga medis merupakan hal sangat menunjang terhadap pelaksanaan program kesehatan menjadi lebih baik, disisi lain juga lemahnya sumber pengetahuan petugas dan kurangnya pembinaan serta kompetensi yang dimiliki oleh SDM kesehatan minim sekali. Tak heran bahwa kita lihat banyaknya masyarakat yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis maupun non medis semakin meningkat.

Masalah seperti itu sesungguhnya tidak megherankan. Sebabnya, dibanding dengan di Malaysia, jumlah tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih terlalu sedikit. Di Malaysia, jumlah tempat tidur rumah sakit adalah 2,1 berbanding 1.000 (2,1 tempat tidur untuk setiap 1.000 orang), sementara di Indonesia adalah 0,6 berbanding 1.000. Dapat dimaklumi, kalau rumah sakit di Indonesia relatif lebih ”berjubel” dibandingkan dengan rumah sakit di Malaysia. Kenyataan seperti itu sudah membuat citra rumah sakit kita tertinggal. Kemudian dari salah satu pertimbangan orang-orang medan berobat ke Penang adalah bahwa kalau mereka berobat ke Penang, mereka sudah tahu berapa perkiraan biaya yang harus disediakan. Sebagian, kata mereka, memang lebih murah dibanding dengan di Medan (Sulastomo, 2007).

Menurut Darmawan & Sjaaf (2016:170) bahwa sebagai pelaksana upaya kesehatan, diperlukan SDM kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis dan juga kualitasnya, serta terdistribusi secara adil dan merata sesuai tuntutan kebutuhan pembangunan kesehatan. SDM kesehatan yang termasuk kelompok tenaga kesehatan, sesuai dengan keahlian dan kualifikasi yang dimiliki terdiri dari tenaga medis, tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan dan kebidanan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterampilan fisik, tenaga keteknisian medis, dan tenaga kesehatan lainnya, diantaranya termasuk peneliti kesehatan.

Berdasarkan masalah kesehatan yang terjadi di atas, maka rekomendasi yang dapat penulis jabarkan disini adalah upaya kesehatan di masa datang harus mampu menciptakan dan menghasilkan SDM Indonesia yang sehat produktif sehingga obsesi upaya kesehatan harus dapat mengantarkan setiap penduduk memiliki status kesehatan yang cukup.

Tenaga Kesehatan Peranan dokter, dokter gigi, perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang menekankan penyembuhan penyakit adalah sangat penting. Pengelolaan upaya kesehatan dan pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistik yang lebih luas, menyeluruh, dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak individual. Tenaga kesehatan harus mampu mengajak, memotivasi dan memberdayakan masyarakat, mampu melibatkan kerjasama lintas sektoral, mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif, mampu menjadi pemimpin, pelopor, pembinaan dan teladan hidup sehat.

Kesehatan dan Komitmen Politik Masalah kesehatan pada dasarnya adalah masalah politik oleh karena itu untuk memecahkan masalah kesehatan diperlukan komitmen politik. Dewasa ini masih terasa adanya anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk tidak banyak berperan terhadap pembangunan sosial ekonomi. Para penentu kebijakan banyak beranggapan sektor kesehatan lebih merupakan sektor konsumtif ketimbang sektor produktif sebagai penyedia sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga apabila ada kegoncangan dalam keadaan ekonomi negara alokasi terhadap sektor ini tidak akan meningkat.
 
 
PENULIS : 
Fadli Syahputra, S.K.M.
NPM : 1610210001
MAHASISWA MAGISTER : FILSAFAT KESEHATAN MASYARAKAT
HALAMAN SELANJUTNYA:


COMMENTS

Bidikindonesia
Name

ABDULLAH,18,ABDYA,3,ACEH BARAT,5,ACEH BESAR,111,ACEH JAYA,41,ACEH NASIONAL,1,ACEH NEWS,1,ACEH SELATAN,7,ACEH SINGKIL,4,ACEH TAMIANG,174,ACEH TAMIANG KABAR DAERAH,2,Aceh tamiang news,5,ACEH TAMIANG PEMERINTAH NEWS,1,ACEH TAMIANG PEMERINTAHAN,1,ACEH TAMIANG POLISI NEWS,4,ACEH TAMIANNG,1,ACEH TAMUANNG,1,ACEH TENGAH,105,ACEH TENGARA,3,ACEH TENGGARA,1,ACEH TEUMING NEWS,2,ACEH TIMUR,48,ACEH UTARA,40,ACEH. TAMIANG,4,ADVERTISER,22,Advitorial,1,ARTIS,1,b,1,Ban,1,banda,1,BANDA ACEH,1417,Banda Aceh Headline News,10,BANDAR LAMPUNG,4,BANJIR,3,Batahan News,4,BENER MERIAH,58,Bidik indonesia Nasional,5,BIREUEN,17,Blang Pidie Aceh,1,Blangkejeren Aceh,1,BNN,6,BREAKING NEWS,81,CAHAYA IMAN,7,DAERAH,3,DPRA,8,DPRK,1,DUNIA,27,EKONOMI,2,Entertaiment,2,f,2,GAYO LUES,51,Headline,3,Headline news,11,HEALTH,9,HUKUM,3,Indonesia Nasional,3,INSPIRATIF,46,INVESTIGASI,5,ISMED,1,JAKARTA,12,Jayapura,2,Jayapura Nasional,1,KAMPUS NEWS,17,KEDIRI,1,KOTA LANGSA,3,KRIMINAL,19,KULINER NEWS,6,LAMPUNG,23,LAMPUNG PESAWARAN,1,LAMPUNG PRINGSEWU,17,LAMPUNG SELATAN,18,LAMPUNG TANGGAMUS,3,LAMPUNG TIMUR,1,LAMPUNG UTARA,3,LAMPUNG WAY KANAN,1,LANGSA,20,Langsa Aceh,2,Langsa News,1,LAPUNG SELATAN,1,LHOKSEUMAWE,70,Mandailing Natal,12,MEDAN,7,MEL,7,Modifikasi news,1,MUHAMMAD FADHIL,2,NAGAN RAYA,13,NARKOTIKA,21,NASIONAL,52,NASIONAL KAMPUS NEWS,10,NASIONAL NEWS,26,natal news,3,new,5,NEWS,2048,OLAH RAGA,1,OPINI,9,PADANG,24,Panggautan News,8,Panyabungan,1,PARIWARA,5,PASAMAN BARAT,1,PEMERINTAH NEWS,7,PEMERINTAHAN,2,pendidikan,1,PENDIDIKAN NEWS,10,PERISTIWA,63,PERTANIAN,25,PESISIR BARAT,2,PIDIE,60,PIDIE JAYA,42,PILKADA,158,POLITIK,95,POSO,1,PRINGAEWU,1,PRINGSEWU,10,PRINGSRWU,1,Pristiwa,1,RECENT POSTS,10,SABANG,13,SAID SAIFUL,66,SIMEULUE,1,SOSIAL,2,SPORT,2,STYLE,46,Subulussalam,1,Sukabumi,1,SULTENG,3,T KHAIROL,7,TANGGAMUS,3,TIPS,2,Treading Topic,2,TREDING TOPIC,1,TULANG BAWANG,11,TULANG BAWANG BARAT,1,WAY KANAN,2,wisata,2,
ltr
item
BIDIK INDONESIA: OPINI : BURUKNYA PELAYANAN KESEHATAN DIRUMAH SAKIT ACEH
OPINI : BURUKNYA PELAYANAN KESEHATAN DIRUMAH SAKIT ACEH
https://3.bp.blogspot.com/-WT1bXWFbkzM/WLEGWEvgyWI/AAAAAAAACVw/Xuv6hp2jm1UouVJjYgcjAtHQkt68YnCQQCLcB/s320/DSC_4786.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-WT1bXWFbkzM/WLEGWEvgyWI/AAAAAAAACVw/Xuv6hp2jm1UouVJjYgcjAtHQkt68YnCQQCLcB/s72-c/DSC_4786.jpg
BIDIK INDONESIA
http://www.bidikindonesia.com/2017/02/opini-buruknya-pelayanan-kesehatan.html
http://www.bidikindonesia.com/
http://www.bidikindonesia.com/
http://www.bidikindonesia.com/2017/02/opini-buruknya-pelayanan-kesehatan.html
true
1287952297879094571
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy