Gubernur Optimisme Memiliki 15 Program Unggulan menuju Ekonomi Aceh,

     Plt Gubernur Aceh mendampingi Presiden Jokowi saat ground breaking tol Trans Sumatera di Aceh | Istimewa Banda Aceh , Aceh...



  

 Plt Gubernur Aceh mendampingi Presiden Jokowi saat ground breaking tol Trans Sumatera di Aceh | Istimewa
Banda Aceh, Aceh sudah lama dikenal sebagai negeri yang kaya dan jaya. Bila merunut ke belakang, kehadiran orang-orang Eropa, Arab, China dan pendatang asing lainnya ke daratan Aceh, jelas karena tergiur dengan kekayaan alam tanoh endatu.
Aceh dikenal dengan hasil bumi berupa minyak dan gas. Daerah operasi minyak bumi dan gas di daratan bagian utara dan timur seluas 8.225,19 kilometer persegi. Sementara di lepas pantai yakni di Selat Malaka, daerah operasi ini mencapai 38.122,68 kilometer persegi.
Beberapa perusahaan migas mengeksploitasi tambang berdasarkan kontrak bagi hasil (production sharing). Beberapa perusahaan itu di antaranya Pertamina, Mobil Oil (Exxon Mobil) dan LNG Arun. Malah kini sudah ada perusahaan migas lain bernama Medco yang beroperasi di kawasan Aceh Utara.
Selain migas, negeri yang berada di tanduk Sumatra ini menyimpan potensi tambang mineral cukup besar dan logam mulia seperti emas. Emas banyak ditemukan di sekitar aliran sungai mulai dari Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya hingga Aceh Selatan, hingga Subussalam. Belum lagi kandungan lainnya seperti besi, batubara, tembaga, timah hitam, seng, dan lainnya.
Tak hanya itu, data dari Dinas Pertambangan dan Energi Aceh mencatat, banyak juga potensi energi yang sudah jelas keberadaan sumber dayanya. Aceh memiliki potensi sumber energi dari air, panas bumi, dan batubara untuk pembangkit tenaga listrik.
Aceh dapat mengembangkan potensi batubara hingga 1.300 juta ton. Sedangkan potensi sumber tenaga air diperkirakan mencapai 2.626 Mega Watt (MW) yang tersebar di 15 lokasi.
Salah satu potensi sumber tenaga air adalah PLTA Peusangan. Pembangkit ini sedang dibangun. Jumlah daya yang dapat dihasilkan sebesar 89 MW. Sedangkan di daerah Jambo Aye diperkirakan mencapai 471 MW, Lawe Alas 268 MW, dan Tampur 126 MW.
Untuk potensi panas bumi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Aceh mencatat, Aceh memiliki 17 titik geotermal yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik. Sumber panas bumi ini dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, seperti halnya pemanfaatan sungai untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTU).

Anjungan pengeboran lepas pantai milik PT Pertamina Hulu Energi di Aceh Utara(Foto PT Pertamina Hulu Energi)
Pertanian untuk Ekonomi Aceh
Potensi pertanian dan perkebunan merupakan modal sangat besar untuk mendukung pelaksanaan pembangunan menuju terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil, serta melayani. Aceh memiliki hamparan lahan perkebunan sawit yang membentang luas mulai dari kawasan pantai timur hingga kawasan pantai barat Aceh. Begitu juga lahan tanaman pangan dan palawija.
Sementara dari kawasan Tanah Gayo, Aceh dikenal di dunia karena produk kopi Gayo, yang memiliki cita rasa khas. Sedangkan kakao (coklat) Aceh sudah dikenal masyarakat Eropa karena kualitasnya.
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah ketika membuka Jambore Penyuluh Pertanian ke-2 di Meulaboh belum lama ini meminta stakeholder terkait, baik di provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Menurut Nova, majunya sektor pertanian dan perkebunan tersebut akan mendukung dan memberikan kontribusi ekonomi cukup signifikan bagi Provinsi Aceh dan secara nasional.
Mengacu pada angka kontribusi sektor ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh pada kuartal II, pertanian memang memberikan andil 1,32 persen. "Pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan merupakan salah satu andalan bagi pendapatan daerah dan nasional. Karena itu, Pemerintah Aceh dalam lima tahun ke depan tetap menjadikan sektor ini sebagai salah satu program prioritas," ujar Nova Iriansyah.
Pemerintah Aceh, kata Nova, memiliki 15 program unggulan untuk Aceh Hebat 2017-2022. Dua dari 15 program tersebut adalah Aceh Meugo dan Meulaot serta Aceh Troe, yang mendukung sektor pertanian dan perkebunan. Sebab, 30 persen dari luas daratan Aceh adalah lahan pertanian dan perkebunan. Di samping itu, dari sekitar 5,2 juta penduduk Aceh, 70 persen di antaranya tinggal di pedesaan dan 70 persen dari mereka bekerja sebagai petani. "Aceh memiliki tanah atau lahan yang luas dan subur, sehingga memungkinkan dilakukan pengembangan berbagai komoditi unggulan pada sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan," ujar Nova.
Plt Gubernur Aceh tersebut juga mencanangkan Aceh mandiri benih padi pada 2019 dan surplus padi tahun 2020. Nova mengatakan, pada 2017 realisasi produksi padi Aceh mencapai 2,49 juta ton. Jumlah ini meningkat dibanding 2016 sebesar 13,13 persen atau 289.621 ton. Sedangkan pada 2018 menjadi 2,5 ton.
Keberhasilan itu, kata Nova, tidak terlepas dari kerja keras penyuluh pertanian dalam melakukan pengawalan dan pendampingan kepada para petani. Nova berharap target 2,6 juta ton padi tercapai pada tahun ini.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah membuka Jambore Penyuluh Pertanian di Meulaboh Aceh Barat | Humas Pemerintah Aceh Optimisme Aceh Hebat
Di tengah upaya Pemerintah Aceh menaikkan pertumbuhan ekonomi, muncul kabar menggembirakan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis menyebutkan, laju pertumbuhan ekonomi Aceh selama kuartal II tahun 2018 mencapai 5,74 persen. Angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Pencapaian itu merupakan angka pertumbuhan tertinggi yang pernah dicapai Aceh selama kurang lebih lima tahun. Dengan pencapaian tersebut, Aceh berada di urutan kedua pertumbuhan ekonomi di Sumatera setelah Sumatera Selatan.
Tentu angka pertumbuhan itu memberikan sinyal positif bagi pembangunan ekonomi Aceh ke depan di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Apalagi jika industri-industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe, sudah mulai beroperasi.
Sementara di sektor pariwisata, nama Aceh sudah semakin dikenal luas. Destinasi wisata yang sudah cukup dikenal dunia adalah Sabang. Sedangkan untuk wisata religi, Kota Banda Aceh kini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Jadi semua sektor akan memberikan kontribusi ekonomi bagi Provinsi Aceh.
Ditambah lagi nanti, dengan keberadaan beberapa perusahaan tambang emas dan mineral di beberapa kabupaten di Aceh, tentu akan memberi kontribusi ekonomi yang besar dan menyediakan lapangan kerja yang luas bagi Provinsi Aceh.
Untuk KEK Arun saja, Nova Iriansyah memperkirakan akan mampu menyediakan lapangan kerja untuk sekitar 40 ribu orang. Belum lagi di sektor pertambangan emas dan mineral, sektor industri, perikanan serta di sektor perkebunan dan pertanian.

Plt Gubernur Aceh membuka Bisnis Forum KEK Arun | Humas Pemerintah Aceh Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Profesor Nasri Aziz mengatakan, dari kondisi yang ada saat ini, dia memproyeksikan perekonomian Aceh akan membaik. "Indikatornya dipicu dari membaiknya perekonomian secara nasional, ini tentu berdampak pada ekonomi Aceh."
Parameter lain yang dapat dijadikan indikator, kata Nasri, adalah APBA 2019 yang nilainya lebih besar dari tahun sebelumnya. "APBA saat ini besaran anggarannya kan lebih baik, dan ini merupakan instrumen penting sebagai pemicu perekonomian daerah," ujarnya.
Di sektor industri, kata Nasri, selain KEK Arun juga ada Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Kedua kawasan ini, menurutnya, dapat menstimulus masuknya investasi. "Investasi yang masuk ke kawasan ini, akan menyerap tenaga kerja. Ini secara nyata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh," katanya.
Melihat kenyataan itu, masyarakat Aceh memang harus optimis bahwa ekonomi provinsi ini akan berkembang, bahkan mampu melampaui provinsi tetangga. Aceh akan kembali bangkit meraih nama besarnya, seperti di masa lampau. Optimisme ekonomi Aceh akan bangkit kembali bersama bangkitnya semangat masyarakat di negeri syariat Islam ini. ***ADV


HALAMAN SELANJUTNYA:


COMMENTS

Bidikindonesia
Name

ABDULLAH,18,ABDYA,3,ACEH BARAT,6,ACEH BESAR,112,ACEH JAYA,41,ACEH NASIONAL,1,ACEH NEWS,1,ACEH SELATAN,7,ACEH SINGKIL,4,ACEH TAMIANG,175,ACEH TAMIANG KABAR DAERAH,2,Aceh tamiang news,5,ACEH TAMIANG PEMERINTAH NEWS,1,ACEH TAMIANG PEMERINTAHAN,1,ACEH TAMIANG POLISI NEWS,4,ACEH TAMIANNG,1,ACEH TAMUANNG,1,ACEH TENGAH,107,ACEH TENGARA,3,ACEH TENGGARA,1,ACEH TEUMING NEWS,2,ACEH TIMUR,82,ACEH UTARA,40,ACEH. TAMIANG,4,ADVERTISER,23,Advitorial,1,ARTIS,1,b,1,Ban,1,banda,1,BANDA ACEH,1434,Banda Aceh Headline News,15,Banda Aceh news,3,BANDAR LAMPUNG,4,BANJIR,3,Batahan News,38,BENER MERIAH,62,Bidik indonesia Nasional,5,BIREUEN,17,Blang Pidie Aceh,1,Blangkejeren Aceh,1,BNN,6,BREAKING NEWS,81,CAHAYA IMAN,7,DAERAH,3,DPRA,8,DPRK,1,DUNIA,27,EKONOMI,2,Entertaiment,2,f,2,GAYO LUES,51,Headline,3,Headline news,11,HEALTH,9,HUKUM,3,Indonesia Nasional,3,INSPIRATIF,46,INVESTIGASI,5,ISMED,1,JAKARTA,12,Jayapura,2,Jayapura Nasional,1,KABAR DAERAH,1,KAMPUS NEWS,17,KEDIRI,1,KOTA LANGSA,3,KRIMINAL,19,KULINER NEWS,6,LAMPUNG,23,LAMPUNG PESAWARAN,1,LAMPUNG PRINGSEWU,17,LAMPUNG SELATAN,18,LAMPUNG TANGGAMUS,3,LAMPUNG TIMUR,1,LAMPUNG UTARA,3,LAMPUNG WAY KANAN,1,LANGSA,21,Langsa Aceh,2,Langsa News,1,LAPUNG SELATAN,1,LHOKSEUMAWE,70,Mandailing Natal,12,MEDAN,7,MEL,7,Modifikasi news,1,MUHAMMAD FADHIL,2,NAGAN RAYA,13,NARKOTIKA,21,NASIONAL,52,NASIONAL KAMPUS NEWS,10,NASIONAL NEWS,26,natal news,3,new,5,NEWS,2064,OLAH RAGA,1,OPINI,9,PADANG,24,Panggautan News,8,Panyabungan,1,PARIWARA,5,PASAMAN BARAT,1,PEMERINTAH NEWS,7,PEMERINTAHAN,2,pendidikan,1,PENDIDIKAN NEWS,10,PERISTIWA,63,PERTANIAN,25,PESISIR BARAT,2,PIDIE,60,PIDIE JAYA,42,PILKADA,158,POLITIK,95,POSO,1,PRINGAEWU,1,PRINGSEWU,10,PRINGSRWU,1,Pristiwa,1,RECENT POSTS,10,SABANG,13,SAID SAIFUL,66,SIMEULUE,1,SOSIAL,2,SPORT,2,STYLE,46,Subulussalam,1,Sukabumi,1,SULTENG,3,T KHAIROL,7,TANGGAMUS,3,TIPS,2,Treading Topic,2,TREDING TOPIC,1,TULANG BAWANG,11,TULANG BAWANG BARAT,1,WAY KANAN,2,wisata,2,
ltr
item
BIDIK INDONESIA: Gubernur Optimisme Memiliki 15 Program Unggulan menuju Ekonomi Aceh,
Gubernur Optimisme Memiliki 15 Program Unggulan menuju Ekonomi Aceh,
https://3.bp.blogspot.com/-npo-jMWBRs8/XHe903W3jfI/AAAAAAAANhI/Qsqto5cpU9cx1FRvZq4sqc-xCsZsX9WJQCLcBGAs/s320/adv%2Bmeuigoe%2Bimages_%252822%2529_1.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-npo-jMWBRs8/XHe903W3jfI/AAAAAAAANhI/Qsqto5cpU9cx1FRvZq4sqc-xCsZsX9WJQCLcBGAs/s72-c/adv%2Bmeuigoe%2Bimages_%252822%2529_1.jpg
BIDIK INDONESIA
http://www.bidikindonesia.com/2019/02/gubernur-optimisme-memiliki-15-program.html
http://www.bidikindonesia.com/
http://www.bidikindonesia.com/
http://www.bidikindonesia.com/2019/02/gubernur-optimisme-memiliki-15-program.html
true
1287952297879094571
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy