-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Buka Pelatihan Soft Skill, Kepala BNNP Aceh : Pencandu narkoba di Aceh capai 83 ribu orang

    Rabu, 04 Agustus 2021, 21.26 WIB Last Updated 2021-08-05T04:27:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bidikindonesia.com, Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menyatakan angka pencandu atau mereka yang menyalahgunakan narkoba di provinsi itu mencapai 83 ribu orang.

    "Hasil penelitian BNN dan LIPI pada 2019 didapati hasil mengkhawatirkan. Di mana jumlah pencandu narkoba di Aceh mencapai 83 ribuan," kata Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto di Banda Aceh, Selasa 4 Agustus 2021.

    Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen Pol Heru Pranoto pada Kegiatan Pelatihan Pengembangan Soft Skill Untuk SMP Sederajat. Pelatihan tersebut diikuti sejumlah guru sekolah menengah pertama. Yang berlangsung di Kyriad Hotel Banda Aceh.

    Jenderal polisi bintang satu itu mengatakan angka 83 ribuan tersebut didapat dari perbandingan jumlah penduduk dengan prevalensi yang diteliti.

    Hasil penelitian, menyebutkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Aceh mencapai 2,80 persen. Sedangkan jumlah penduduk Aceh sekitar 5,3 juta jiwa, kata Brigjen Pol Heru Pranoto.

    "Dari penelitian tersebut, Aceh sekarang ini berada di peringkat enam dari seluruh provinsi di Indonesia yang jumlahnya pencandunya sangat banyak. Bukan tidak mungkin Aceh berada di peringkat pertama, apabila kita tidak peduli" kata Brigjen Pol Heru Pranoto.

    Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan 83 ribuan pecandu narkoba di Aceh tersebut merupakan yang tercatat dan terlibat. Jumlahnya pencandu narkoba di Aceh bisa melebihi angka tersebut.

    "Pecandu narkoba ini ibarat gunung es, bahayanya tidak terlihat. Jika gunung es mencair, baru kelihatan bahaya. Bahaya narkoba ini tidak hanya merugikan pemakainya, terapi juga orang lain," kata Brigjen Pol Heru Pranoto.

    Oleh karena itu, Brigjen Pol Heru Pranoto mengajak semua elemen masyarakat di Provinsi Aceh membentengi anak-anaknya sejak sedini mungkin guna mencegah mereka menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

    "Upaya-upaya ini harus dilakukan sejak usia dini dengan menanamkan nilai-nilai positif, termasuk bahaya narkoba, sehingga mereka paham dan tidak akan menyentuh barang terlarang tersebut," kata Brigjen Pol Heru Pranoto.

    Di sinilah, kata Brigjen Pol Heru Pranoto, guru berperan menanamkan kebencian terhadap narkoba dalam diri anak didik sejak usia dini dan itu akan tertanam hingga mereka dewasa.

    "Kebencian terhadap narkoba yang ditanam ini tidak bisa dirasakan sekarang, tetapi akan dirasakan sekian tahun ke depan. Memang hal yang dilakukan ini sepele, namun dampaknya luar biasa di masa mendatang," kata Brigjen Pol Heru Pranoto.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini