-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Di Duga Oknum reje Kuyun Lah melakukan MalAdministrasi dan tak membayar Tuhlah Kaur Kampung

    Serikat Aceh.
    Senin, 13 Desember 2021, 07.34 WIB Last Updated 2022-01-05T05:36:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Di Duga Oknum reje Kuyun Lah melakukan MalAdministrasi dan tak membayar Tuhlah Kaur Kampung

    Takengon- bidikindonesia.com
    Oknum reje kampung kuyun Lah melakukan penggelapan Gaji pegawai kaur Kampung kuyun Lah kecamatan celala kabupaten Aceh tengah,14 Desember 2021.

    Menurut Nara sumber Abranji mengatakan saya sangat kecewa terhadap reje Kuyun lah Yaser Arafat karena di berhentikan tanpa di beritahu secara lisan dan tertulis, tau nya abranji habis masa jabatan sebagai kaur kesra waktu seleksi calon kaur kampung kuyun, tuhlah gaji saya di bulan 1 dan 2  belum di bayar dan di bulan 1 dan 2 aktif dan  full bekerja.
      Di bulan 3 saya tak masuk bekerja lagi karena keluar pemberitahuan daftar calon kaur baru untuk desa di kuyun Lah dan pelaksanaannya di bulan juni 2021, Abranji pun mengatakan pengangkatan saya pun di lakukan melalui SK reje Kuyun Lah selama 3 tahun yang di tandatangani langsung oleh Reje Kuyun lah Yaser arafat dan tembusan pak camat di Berawang gading, mukim celala di Berawang gading, RGM Kuyun,

     Abranji menyebutkan biasa Kepala Urusan Kampung SK Camat dan yang mengangkatnya pun camat bukan Reje kampung dan lamanya SK kaur pun sesuai berapa masa jabatan Reje kampung begitu juga dengan Kaur pemerintahan kampung

    Dari data yang berhasil dihimpun pihak media berupa Qanun Aceh Tengah no 4 tahun 2011 Diduga Reje Kuyun Lah melakukan mal administrasi dan penyalahgunaan wewenang, dugaan tersebut disebabkan oleh Oknum Reje Kuyun Lah memberhentikan kaur melalui SK Yang di buatnya di Tahun 2017.

    Pada Alinea ke 2 Qanun No 4 tersebut telah dirincikan dengan detil tata cara pengangkatan dan pemberhentian Kaur dan Pengulu yang dijelaskan pasal 49 ayat 5 bahwa keputusan pemberhentian Kaur ditetapkan dengan Keputusan Camat berupa Surat Keputusan ( SK ) Camat. Setelah Pengulu dan kaur l tersebut di berhentikan, Camat atas nama Bupati mengangkat Pengulu dan kaur yang baru atas usulan Reje.


    Sesuai dengan bukti yang ada, Oknum Reje Kuyun Lah dugaan penyalahgunaan wewenang serta mal administrasi terkait Pemberhentian Kaur Pemerintahan Kawaladi dan mengangkat Abranji sebagai Kaur yang baru ditetapkan dalam Keputusan Reje Kampung Kuyu Nomor 11/KYN/2017, bukan SK Camat.


    Keputusan Reje tersebut diduga bertentangan dengan Qanun Aceh Tengah no 4 tahun 2011 yang sepatutnya Kaur yang diangkat dan diberhentikan tersebut di SK-kan oleh Camat Celala sebagai Kepala Wilayah, namun sebaliknya kedua Kaur tersebut hanya menerima ketetapan hukum dari Reje kuyun saja, sementara Camat hanya mendapatkan surat tembusan pengangkatan.

    (RIGA)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini