-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Husen Tidak Bersalah, Negara Harus Selamatkan Pedagang Perhiasan Emas

    Andi Masta
    Rabu, 08 Desember 2021, 08.02 WIB Last Updated 2022-01-05T05:36:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Banda Aceh | Bidikindonesia.Com, Kantor Hukum Armia SB & Rekan Armia, S.H., M.H terkait kasus kadar perhiasan emas, Armia  menyatakan dalam siaran persnya,  Sidang tadi Siang agendanya adalah pemeriksaan M. Husen Bin Hasyim sebagai Terdakwa. Dengan sidang tadi, proses pembuktian sudah berakhir. 


    "Dari semua fakta persidangan, baik saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU, ahli dari pihak JPU, serta saksi meringankan dan ahli yang dihadirkan oleh penasehat hukum, termasuk keterangan terdakwa. Maka kami dapat menyimpulkan bahwa klien saya, M. Husen tidak bersalah.", terangnya Armia n Partners dalam Siaran Persnya. Rabu, 08 Desember 2021.


    "Klien saya tidak pernah berbuat curang, kalau M Husen dipersalahkan, maka betapa banyak pedagang perhiasan emas di Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang harus dipenjara juga. Hanya karena penerapan pasal karet yang dipaksakan & regulasi yang belum jelas. Keterangan yang diberikan oleh klien kami dalam faktur penjualan perhiasan sudah benar. Dalam kasus ini, tidak ada seorang pun masyarakat yang dirugikan. Masalah berpengaruhnya kadar emas karena adanya patri dalam proses pembuatan dan penulisan kode 99A, itu sudah menjadi kebiasaan yang diterima oleh masyarakat. Sudah dijelaskan dalam faktur penjualan. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada penipuan. Tidak ada pengurangan kadar. Tidak ada yang dirugikan", terangnya lagi Armia.


    Pedagang perhiasan emas ini adalah pelaku usaha yang punya andil dalam menggerakkan ekonomi. Banyak terjadi perputaran uang dalam perdagangan perhiasan emas ini.


    "UU Perlindungan Konsumen juga melindungi pelaku usaha. Mendukung tumbuhnya dunia usaha. Bukan sebaliknya. Oleh karena itu, saya mohon kepada pemerintah, untuk meluruskan masalah ini. Berkaitan dengan aturan SNI yang baru, sehingga ada perubahan dari penulisan persen menjadi karat, Tetap saja klien kami tidak dapat dipersalahkan. Karena, aturan baru tidak dapat diterapkan terhadap perbuatan sebelum aturan itu diberlakukan. Sesuai dengan asas _non retro aktif", jelasnya.


    "Negara harus menyelamatkan para pelaku usaha pedagang perhiasan emas ini. Jangan sampai mereka "dimatikan."

    Apalagi di tengah pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi", pungkas Armia menutup keteranganya.(masta)





    Komentar

    Tampilkan

    Terkini