-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DPRA Pertanyakan Kelanjutan Proyek Multiyears Kepada Tim TAPA

    Kamis, 15 April 2021, 09.17 WIB Last Updated 2021-04-27T16:20:05Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Bidik Indonesia. Com. Banda Aceh, Kamis 15/4/2021, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari daerah pemilihan Kabupaten Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali mempertanyakan pembangunan ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues.

    Proyek jalan yang masuk dalam paket multiyears (tahun jamak) yaitu tahun 2020, 2021 hingga 2022 itu, sampai sekarang tak kunjung dibangun, padahal sangat dinantikan oleh masyarakat.

    Pertanyaan itu disampaikan Iskandar Al-Farlaky dalam rapat antara Badan Anggaran DPRA dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Kamis 15 April 2021 siang, di ruang serbaguna DPRA.

    Politisi Partai Aceh itu juga mencecar Tim TAPA yang dipimpin Sekda Taqwallah, soal adanya rekomendasi BPKP dan BPK terkait proses lelang jalan dimaksud.

    Kita perlu sampaikan yang kesekian kalinya. Tiga paket dari 15 paket multiyears belum dikerjakan sama sekali, yakni ruas jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues. Di forum ini mohon dijelaskan, ada apa sebenarnya, pinta Iskandar Arfalaky.

    Anggota DPRA ini berujar, Anggaran begitu besar pasti bisa menjawab persoalan akan kebutuhan pembangunan jalan di sana, tapi seperti tidak ada tanda-tanda akan dibangun.

    Menurut politisi muda partai lokal ini, kalau ada persoalan dalam proses tender yang bermasalah, Pemerintah Aceh harus tegas, apakah ditender ulang atau bagaimana.

    Jangan tergantung begini, tidak jelas kemana muaranya. Sementara jalan di sana semakin rusak parah. Warga sulit membawa hasil alam, dan beraktifitas untuk kebutuhan lainnya, ujar anghota DPRA ini lagi.

    Iskandar Usman Al-Farlaky menuturkan, sebelumnya sudah ada pemenang lelang proyek jalan yang masuk paket multiyears ini, yaitu untuk segmen 1 oleh PT Perapem Prima Mandiri dengan pagu akhir Rp 183,4 miliar.

    Segmen 2 PT Sumber Sari Cipta Marga asal Jakarta Selatan pagu Rp 172,8 miliar, dan segmen 3 PT Wanita Mandiri Perkasa, asal Jakarta Pusat dengan pagu akhir Rp 204, 2 miliar.

    Kita mau tahu kejelasannya seperti apa, ujar Iskandar Usman dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR Aceh Dahlan Djamaluddin tersebut.

    Sementara Ketua TAPA yang juga Sekda Aceh, Taqwallah mempersilakan Asisten II Sekda Aceh, Mawardi untuk memberi penjelasan terkait pertanyaan dari Politisi muda Partai Aceh itu.

    Mawardi, dalam kesempatan itu tidak menampik ada rekomendasi BPKP terkait proses lelang, Mawardi juga mengatakan ada indikasi di prosesnya bermasalah.

    Kita, ( Pemerintah Aceh ) sudah kordinasi dengan LKPP. Biar jelas keputusan seperti apa, apakah lanjut atau tender ulang, kita sedang tunggu hasil dari LKPP, jelas Asisten II Sekda Aceh.

    Selain itu, Iskandar Usman juga mengaku sudah menyurati Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dengan mempertanyakan kelanjutan tiga segmen proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues dengan total pagu anggaran setelah tender Rp 560,4 miliar.

    Anggota DPRA ini tidak mengungkap apakah Gubenur Aceh sudah membalas suratnya atau belum. Tapi, pembangunan jalan dengan pengerjaan tahun jamak itu, sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal dibangun sebagaimana direncakan.

    Bukan itu saja, dalam sidang paripurna DPRA yang berlangsung pada Senin 8 Februari 2021, Iskandar juga sempat menanyakan hal yang sama kepada Sekda Aceh, dr. Taqwallah.

    Namun, Sekda mengaku akan menjawab secara tertulis, tapi sampai kini jawaban tertulis belum diterima anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Timur itu dari Sekda Aceh. 

    ( Parlementaria ) 

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini