-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sekda Ardimartha : Tiga Kali Mobil Dinas Bupati Mogok Ditengah Jalan

    Rabu, 21 Juli 2021, 03.36 WIB Last Updated 2021-07-21T14:39:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Nagan Raya, Bidik Indonesia.com. Ditengah pandemi covid-19, rencana pengadaan mobil dinas baru jabatan bupati seharga Rp 1,7 miliyar menjadi sorotan publik.

    Seperti dilansir situs resmi LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Nagan Raya, tertera dibranda adanya pengadaan mobil baru yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021.

    Wartawan berusaha mencari keseimbangan informasi dengan memintai konfirmasi langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Nagan Raya, Ir. H Ardimartha di Suka Makmue, Rabu 21 Juli 2021.

    Sekda membenarkan adanya pengadaan mobil dinas bupati seharga Rp 1,7 miliyar.

    “Terkait pengadaan mobil dinas bupati memang ada, itu juga kita bahas pada tahun anggaran 2021, serta ikut dibahas dengan dewan," jelas Sekda Ardimartha.

    Menyangkut pengadaan mobil dinas bupati, pihaknya mengaku sudah lama sekali tidak ada pengadaan mobil jabatan baru, terakhir tahun 2010 lalu.

    Kondisi mobil bupati saat ini, menurut Sekda, dalam kondisi rusak parah. Dengan kondisi aktivitas bupati yang sangat padat. " Mobil dinas bupati sempat mogok di jalan. Kan sudah wajar kita ganti," ungkapnya.

    Sekda Ardimartha mengisahkan peristiwa beberapa kali mogok mobil dinas bupati. Pertama mogok saat kunjungan ke Takengon, kunker ke Darul Makmur, dan terakhir waktu kunjungan gubernur melihat kebakaran hutan beberapa pekan lalu di Nagan Raya. "Bagaimana mobil dinas bupati mogok ditengah jalan,"tanya Sekda.

    Karena itu, menurut Ardi, sudah sewajarnya dilakukan pengadaan mobil dinas baru. Mengingat mobilitas kegiatan bupati yang sangat padat.

    Sekda Ardimartha kembali menegaskan terkait pengadaan mobil dinas tersebut sudah pernah dibahas bersama DPRK Nagan Raya dan pihak badan anggaran (Banggar).

    "Semua ini sudah Pernah dibahas bersama anggota Banggar DPRK Nagan Raya, yaitu pembahasan anggaran tahun 2021," jekasnya lagi.

    Namun, Sekda Ardimartha mengaku tidak ingat lagi terkait anggota Banggar yang hadir dalam rapat tersebut. Diperkirakan hadir seluruh pimpinan dan Anggota Banggar termasuk Sekwan.

    "Anggaran itu diposkan ke BPKD, tidak di Sekdakab,"kata Sekda.

    Ia menerangkan, pada pembahasan Di Banggar DPRK tidak ada kendala baik dari pihak eksekutif maupun legislatif.

    Sekda mengaku, sempat juga ada usul untuk pengadaan mobil bagi asisten.

    Namun, karena kondisi yang sangat memprihatinkan, apa lagi awal kehadiran Virus Corona, akhirnya membatalkan pembelian mobil tersebut.

    “Hanya mobil dinas bupati yang masuk dalam proses pengadaan, karena kondisi mendesak,"tuturnya

    Ditengah Pandemi Covid-19 dan devisit anggaran, Sekda mengakui pesan bupati agar berhemat, namun dengan berbagai pertimbangan, keadaan mobil dinas bupati memang sangat memperhatikan dengan kondisi sering rusak dan sudah beberapa kali mogok ditengah jalan.

    Sekda meminta untuk memberikan fakta yang cukup dan bisa tanyakan lansung ke pihak terkait agar tidak berkembang isu liar terkait hal ini di kalangan masyarakat.

    "Sejauh ini Kita sangat terbuka kepada siapapun, ditengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 kita sangat berhemat, namun untuk pengadaan mobil baru menurut hemat kami sudah sangat layak karena sudah 10 tahun tidak ada pengadaan mobil dinas baru untuk bupati,"demikian Sekda Ardimartha. berita merdeka.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +