-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Cek Mad Diundang Kajari Soal Bendungan Waduk Krueng Keureuto

    Senin, 09 Agustus 2021, 05.55 WIB Last Updated 2021-08-09T12:56:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
     

    Aceh Utara, Bidikindonesia.Com - Proyek Strategis Nasional (PSN) waduk krueng keureuto di Aceh Utara memang sedang menarik perhatian Publik, pasal nya proyek tersebut merupakan Atensi Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia sebagai pusat pengendali Air di Aceh Utara, namun kini sedang dalam sengketa 2 Desa yang masuk dalam areal waduk. 

    Sengketa yang sedang terjadi Antara Gampong Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas, dengan Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. sehingga kantor staf presiden Republik Indonesia mengelar rapat koordinasi pada tanggal 05 Mei 2021 lalu, soal progres pekerjaan konstruksi dan target pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Waduk Keureuto. 

    Sehingga Kejari Aceh Utara gelar rapat tindak Lanjut Hasil rapat Kantor Staf Presiden RI tersebut, bersama Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara, yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Aceh Utara. 

    Dalam Rapat tertutup tersebut kajari Aceh Utara mengundang Bupati Aceh Utara serta Komandan Kodim 0103 AUT, Kapolres Aceh Utara, Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Kepala Kantor BPN Aceh Utara, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara, PPK Pengadaan Tanah Bendungan Keureuto, dan Pimpinan Proyek Pembangunan Waduk Krueng Keureuto. 

    Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Dr. Diah Ayu H. I. Iswara Akbari, S.H., M.Hum kepada awak media mengungkapkan pihak nya bersama Dandim 0103 Aut, Kapolres dan Balai Wilayah Sungai (BWS) I membahas rencana percepatan pembangunan proyek waduk keureuto yang di ketahui telah terhenti sejak 2 Tahun terakhir. 

    "Setelah kita mencari akar permasalahannya sementara ada gangguan di lapangan Oleh segelintir orang / oknum yang ingin menuntut ganti rugi di satu pihak sementara permasalahan daftar nominatif yang akan di berikan ganti rugi sampai saat ini badan pertanahan Nasional belum menyelesaikan", Sebut Kajari. 

    Lanjut Kajari tadi pihaknya sudah rapat bersama katanya sudah menyelesaikan daftar nominatif dan Pihak nya minta kepada BPN dalam Minggu ini untuk segera menglaunching daftar nominatif ganti kerugian tanaman agar Masyarakat tidak lagi menghalangi jalannya proyek pembangunan bendungan Waduk Keureuto. 

    "Dan kami sudah berkomitmen dari Dandim Wakapolres untuk menjaga agar keberlangsungan Proyek Waduk Keureuto pembangunan yang tinggal 2% lagi kita harap sekitar 1 bulan lagi selesai dan selanjutnya kita akan masuk ke tahap selanjutnya untuk menjaga supaya segera diselesaikan", Sebut Kajari Aceh Utara yang di dampingi Dandim 0103 Aceh Utara. 

    Sementara dalam kesempatan yang sama usai Forkopimda keluar dari ruang rapat Bupati Aceh Utara, M. Thaib atau yang akrap di sapa Cek Mad saat di sodorkan Camera dan Alat rekaman oleh awak media meminta Kepada wartawan untuk Menjumpai Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Aceh Utara. 

    "Humas, humas, humas, humas hadir, nya ini humas," Sebut Cek Mad. 

    Lebih lanjut saat ditanyakan hasil rapat yang dirinya hadiri Cek Mad menjelaskan pihak nya menghormati Proses Hukum yang sedang berjalan, karena dirinya mengaku proyek tersebut bukan proyek nya tetapi milik negara. "Jadi begini saya sudah berumur 63 tahun, proyek ini berapa tahun?, dengan proyek ini kan tidak banjir lagi" Jelas Nya. 

    Saat dilayangkan beberapa pertanyaan lain oleh wartawan soal lanjutan pengerjaan proyek waduk Pria yang akrap disapa Cek Mad tersebut mengatakan " Jangan tanyak saya, tanyak humas", Diakhiri Cek Mad sembari membakar sebatang rokok. [Berita merdeka]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +