-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengulu/kepala desa Potong BLT DD Masyarakat Di Kampung Gewat Kec. Terangun Rp.100 Per Penerimanya.

    Serikat Aceh.
    Kamis, 02 September 2021, 18.04 WIB Last Updated 2021-09-03T13:38:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Pengulu/kepala desa Potong BLT DD Masyarakat Di Kampung Gewat Kec. Terangun Rp.100 Per Penerimanya.

    Gayo lues- bidikindonesia.com
    masyarakat penerima BLT DD di kampung gewat, kec.terangun kab.gayo Lues, tgl 5 -8 -2021oleh pengulu dan Aparatur kepung nya potong meja senilai Rp.100 (seratus Ribu) per orang yang menerima dengan cara bisa di cairkan sekaligus 5 (lima) bulan dengan sarat kami potong Rp.100 (seratus) kata oknom desa gewat kepada kami masyarakat kalau tidak mau gak apa tapi kami tidak akan cairkan dulu ancam nya kepada kami masyarakat ,

    Dengan demikian, ya sudah dengan tidak iklas hati ,kami terpaksa meng iyakan karena dengan keadaan yang sulit ini mau tidak mau terserah aparat desa saja yang penting uang BLT bisa kami terima ungkap inisial H salah seorang masyarakat kampung gewat harapan kami kepada penegak hukum kepolisian,kejaksaan dan KPK atau LSM segera di proses atas kesmanaan ini agar segera di proses hukum itu permintaan kami masyarakat kampung gewat.

    Dan untuk menindak lanjuti beberapa aduan masyarakat , juga seperti program pemberdayaan masyarakat pada,tgl 23 -8-2021juga tidak transparan dan tidak sesuai regulasi nya ungkap inisial H untuk kebenaran ini kami dari pihak media bidik Indonesia langsung menghubungi pengulu desa gewat dan bendahara desa gewat melalui pia WA .
    Ia saya selaku bendahara kampung gewat kc.terangun.klo masalah pengadan bukan nya tidak di beri tahu ke masarakat. Cuman ada sebagian cuman ada sebagian memintak uang nya.di tidak mau barang nya.apakah yg meminta uang tersebut  akan di berikan.

    Dalam waktu bebagian semlam pengulu megadakan rapat angot nya. Yg membagi kn kaur dn dusun di sertai pengulu dn seketaris.

    Dulu dalam apbkp. Tercantum 75 rbu per kilo. Sekarang karna jhe berturun harga.sudah menjadi 44rbu perklo. Klo dlam APBKp.masarakat yg menerima 30 klo per KK. Saat ini sudah di bagikn 50 per kk nya

    Ia sudah cuma 5 kk yg yang  tidak mau menerima. Alasan nya di ingin menerima uang nya dia tidak butuh brang nya. Tapi waktu dulu dia yg meminta jahe tersebut. Sudah di lapor kn ke pada pihak kecamatan. Oleh kasi menyampai  kn tidak boleh seperti itu. Dan kemudian kta pendaping desa klo dia tidak mau menerima barang harus kita buat surat peryatan.

    Ia jgan salah paham.kalo kami selaku bendahra dan pengulu seketasiris.tidak berani memotong 5 ribu rupuiah pun.oleh penerima sepakat mengasih nya.mka di kasih nya 100 rbu pnerima. Alasan nya klo dlam se harus nya penerima siap menerima 300 ber bulan. Maka oleh dia sepakat.akan di cair kn dalam 5 bln se x terima.ungkapnya.

    (Musa&Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +