-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aduhhhh Sengketa Lahan Tol Hampir Akhir 2021 Belum Juga Usai Padahal Beberapa Bulan Lalu Sudah Diresmikan

    Senin, 15 November 2021, 09.04 WIB Last Updated 2022-01-05T05:36:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Aceh Besar, Bidik Indonesia.com, Muliadi.SSIT dalam kutipan Di Face book nya menguraikan, Terkait batas administrasi desa/tapal batas, merupakan kewenangan pemerintah daerah setempat dlm menetapkannya dlm bentuk Qanun daerah, bukan kewenangan Bpn. 

    Terkait sengketa tsb sesuai UU No.2 Thn 2012, adanya tuntutan pihak lain terhadap obyek pengadaan tanah yg sdh diserahkan ke Satker menjadi tgg jwb pihak penerima ganti rugi. Untuk itu sebaiknya Keuchik Puuk dpt menerima tawaran damai dari Keuchik Cot Preh shg pelaksanaan pengerjaan kontruksi jalan tol tidak terhambat karena masalah tapal batas kedua desa tsb mengingat proses ganti rugi telah tuntas dibayarkan tahun 2020

    Dalam Rapat penyelesaian sengketa lahan jalan tol yang diadakan dikantor camat Kuta Baro kabupaten Aceh besar Senin tanggal 15/11/2021, pada Pertemuan tersebut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kuta Baro dan BPN Aceh, dan  Kasad Intelkam Polresta Banda Aceh. 

    Pada pertemuan tersebut tidak menemui titik temu antara kedua belah pihak yang bersengketa yaitu warga Gampong puuk dengan Gampong Cot Preh. 

    Menurut geuchik Gampong Puuk, Khairil Anwar yang ditemui oleh awak media seusai rapat tersebut mengatakan, Sebenarnya kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai tetapi dengan syarat dokumen dan sporadik harus atas nama Gampong Puuk dan Harus diganti ini yang tidak masuk dalam akal sehat kami hahaha ketawa beberapa Warga, Seakan Mereka Mau dibodohi Oleh Pihak BPN Aceh teriak beberapa Warga hahaha. 

    Tapi pihak BPN Aceh tidak mau mengubah dokumen tersebut, Jadi karena tidak ada perubahan dokumen dan sporadik dari Gampong Cot Preh ke Gampong Puuk, maka saya selaku geuchik tentu menolak kesepakatan tersebut, karena saya tidak mau nanti disalahkan oleh warga Gampong saya sendiri. 

    Karena kita tahu bahwa telah terjadi kesalahan administrasi yang dilakukan pihak muspika kecamatan Kuta Baro dan BPN Aceh, tuntutan saya cuma satu dokumen dan sporadik harus atas nama Gampong Puuk dan tolong bayar lahan warga saya yang terkena lahan jalan tol, yaitu atas nama M. Nur Idris. 

    Kalau tuntutan kami tidak direspon oleh pihak terkait, Maka Saya khawatirkan akan terjadi Bentrok Warganya dengan pihak Pekerja jalan Tol. Karena saya tidak mau wilayah Administrasi Gampong Puuk di campuri oleh Gampong Cot Preh, Sehingga bisa membuat Rusuh warga Gampong Puuk dan Gampong Cot Preh, tutur Geuchik Khairil Anwar kepada media ini. 

    Disisi lain media Ini coba menghubungi kasatintelkam Suryo yang juga hadir pada saat rapat tersebut, Suryo menyarankan bila tidak ada kesepakatam damai kedua belah pihak silahkan ajukan kepengadilan,  Karena bagaimanapun Proyek Jalan tol itu harus segera dilaksanakan, Demikian ujar suryo.

    Sengketa Lahan Tol Hampir Akhir 2021 Belum Juga Usai Padahal Beberapa Bulan Sudah Diresmikan Semua Ruas seperti Pembohongan Publik saja Nih.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +