Karyawan Percetakan Surya Printing Bersikap Arogan Terhadap Konsumen

BIDIKINDONESIA ,- Lampura | Konsumen percetakan Surya Printing Kotabumi kecewa terhadap kinerja para karyawan percetakan. Rabu (17/11/2021)...


BIDIKINDONESIA
,- Lampura| Konsumen percetakan Surya Printing Kotabumi kecewa terhadap kinerja para karyawan percetakan. Rabu (17/11/2021) malam.

Seperti yang dialami, Nurizal (40) warga Gotongroyong, kelurahan Tanjung Aman, kecamatan Kotabumi Selatan, pada saat membuat banner di percetakan tersebut.

Nurizal mengatakan, karyawan percetakan Surya Printing Kotabumi terkesan arogan dan tidak profesional dalam bekerja.

Diceritakan Nurizal, pada Selasa (16/11/2021) malam, dirinya memesan banner di percetakan Surya Printing Kotabumi.

" Saya cetak banner pada Selasa (16/11/2021) malam, kata karyawannya besok Rabu (17/11) pagi, banner nya telah jadi. Selanjutnya, pada Rabu (17/11) siang sekira pukul 11:30 Wib, pihak karyawan percetakan Surya Printing Kotabumi mengirim pesan whatsApp ke saya, dia mengirimkan bentuk gambar banner nya. Namun, saya komplain dikarenakan bentuk gambar banner nya tidak sesuai dengan pesanan saya,"kata Nurizal.

" Dikarenakan gambar banner tidak sesuai pesanan, saya kembali mendatangi percetakan Surya Printing Kotabumi sekira pukul 12:10 Wib. Lalu, saya minta karyawan percetakan Surya Printing Kotabumi untuk mengkonsep ulang bentuk banner tersebut. Setelah dikonsep ulang oleh pihak karyawan percetakan Surya Printing Kotabumi saya tinggal pergi," tambah Nurizal.

Lanjut Nurizal, pada pukul 13:41 Wib, karyawan percetakan Surya Printing kembali mengirimkan bentuk gambar banner yang telah di desain, dan pihak karyawan percetakan menanyakan apakah gambar banner tersebut sudah pas untuk dicetak.

" Karyawannya nanya cetak ya bang, saya jawab 'Ya',"terang Nurizal.

Selanjutnya, masih Nurizal, pada pukul 19:07 Wib dirinya kembali mendatangi percetakan Surya Printing Kotabumi.

" Alhasil saya kecewa dengan kinerja para karyawan Surya Printing Kotabumi. Dikarenakan saat saya datang malam ini, banner yang saya pesan belum juga jadi," ungkapnya.

" Selanjutnya, dilokasi, terjadilah perdebatan antara saya dengan pihak karyawan percetakan Surya Printing Kotabumi. Saat perdebatan itu terjadi, salah satu karyawan percetakan marah-marah dengan saya, dan dia melontarkan ucapan yang bernada ancaman, 'Tunggu Kamu Ya' sembari lari kedalam untuk mengambil sesuatu,"jelasnya.

Disinggung atas kejadian yang menimpa dirinya, Nurizal mengungkapkan, akan membawa permasalahan tersebut keranah hukum.

Atas insiden tersebut, para awak media mencoba mengkonfirmasi pihak percetakan Surya Printing Kotabumi.

Namun sayang, pihak percetakan saat dikonfirmasi enggan berkomentar terkait kronologi permasalahan itu.

Selanjutnya, Manager percetakan Surya Printing Kotabumi, Irsan, meminta nomor wartawan media ini yang akan diberikan kepada owner (Pemilik-red) Surya Printing Kotabumi.

"Nanti abang di telpon owner-nya aja,"kata Irsan.

Tak berselang lama, seseorang yang mengaku oknum Polisi yang bertugas di Polres Lampung Tengah bernama Geget menghubungi wartawan media ini melalui pesan whatsApp.

Geget meminta tolong kepada para awak media untuk menjaga percetakan tersebut.

Geget mengaku usaha percetakan tersebut merupakan milik istrinya yang bekerja sama dengan ipar dari istrinya.

Namun, saat dimintai tanggapan atas peristiwa yang menimpa konsumen percetakan Surya Printing Kotabumi, Geget mengalihkan kepada oknum wartawan yang bernama Popo yang bertugas di Lampung Tengah.

"Komunikasi sama si-wartawan aja namanya Popo, wartawan dari Net TV, nanti komunikasi sama beliau, kan kita modal bareng-bareng sama dia,"pungkasnya.

Usai Geget menghubungi media ini, Popo oknum wartawan dari salah satu stasiun televisi di Indonesia juga menghubungi media ini.

Diterangkan Popo, percetakan tersebut merupakan miliknya.

Popo meminta agar permasalahan ini tak usah diberitakan, namun Popo tidak melarang jika harus diberitakan.

" Hari Minggu depan kalau saya pulang ke Lampung Utara kita ketemulah bang," ujarnya. (KY)

COMMENTS

BLOGGER
News

Nama