Oknum Wartawan di Aceh Utara di Polisikan, Terkait Pemberitaan "Menghakimi"

Aceh Utara | BidikIndonesia .Com, Oknum Wartawan media online Resmi dilaporkan ke Polres Aceh Utara, terkait pemberitaan yang terkesan bero...


Aceh Utara | BidikIndonesia.Com, Oknum Wartawan media online Resmi dilaporkan ke Polres Aceh Utara, terkait pemberitaan yang terkesan beropini dan menghakimi dan Berita tidak mengandung unsur 5W + 1 H kode etik Jurnalistik, melalui kuasa hukum Rizal Saputra, SH dari Lembaga Bantuan Hukum Iskandar muda Aceh (LIMA).


Laporan  dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTPL/147/XI/2021/SPKT/POLRES ACEH UTARA/POLDA ACEH tanggal 10 November 2021, terkait pemberitaan yang dimuat di laman beritamerdeka.net.


Rizal dalam delik aduannya mengatakan, kliennya keberatan dengan pemberitaan yang disajikan beritamerdeka.net yang berjudul "kisruh wartawan sedot uang dari forum keuchik kecamatan syamtalira aron". Dalam berita yang dilansir pada 30 Oktober 2021, Rizal menyebut sangat jauh dari kaedah jurnalistik dan tendensius.



"Berita tidak mengandung unsur 5W + 1 H, lalu dia beropini dan menghakimi. Lalu ada sebutan 'wartawan bodrek' dan wartawan abal-abal, serta tulisan  yang menggiring opini sesuai kehendak penulis. Yang lebih fatal, dalam berita juga dibubuhkan foto klien kami seolah sebagai orang pesakitan" ujar Rizal Syaputra SH, jum'at, (12/11/2021).



Dia menyebut berita tersebut sangat tendensius dan menyerang individu hingga pembunuhan karakter. 


"Padahal yang benar adalah antara klien kami dengan forum keuchik mengikat kerjasama bisnis untuk publikasi kegiatan. Dan ada pembuktian seperti kwitansi dan lainnya. Ini murni bisnis media dan Itu hal yang lumrah. Tidak ada unsur pemerasan dan hal-hal negatif seperti diberitakan itu" jelasnya Adv. Rizal Saputra.



Ia mengaku heran dengan penulisan berita tersebut yang mengklaim klien LIMA bekerja pada media abal-abal. Padahal Zulkifli bekerja pada perusahaan berbadan hukum dan terverifikasi faktual dewan pers, jika sudut pandang diukur dari produk dewan pers.


Rizal menambahkan, "pemberitaan tersebut patut diduga juga melanggar pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik Karena menyajikan berita dan judul yang tidak akurat dan memuat opini yang menghakimi, berita tersebut berisi Kebohongan dan Fitnah karena Zulkifli tidak pernah melakukan seperti apa yang diberitakan tersebut", jelasnya lagi Adv. Rizal.


Ia juga telah melakukan upaya - upaya baik menyuratin dewan pers dan juga telah melakukan somasi keperusahan tersebut, langkan hukum ini diambil karna tidak ada titik temu hingga berujung peloparan ke pihak kepolisian.


Pasal 14. (1) UU 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana "Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya sepuluh tahun.



Berita tersebut patut diduga tidak melalui uji informasi, tidak berimbang, menghakimi dan melanggar asas praduga tak bersalah sesuai Pasal 5 UU No.40 Tahun 1999 tentang pers yang mana disebutkan: Norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tidak bersalah; juga melanggar Pasal 27 ayat (3) menyebutkan: 



“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”; dan Pasal 45 ayat (1) menyebutkan : “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,-(satu miliar rupiah)", tutupnya Adv.Rizal Saputra, SH.(masta)

COMMENTS

BLOGGER
News