-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Paket Proyek Diduga Pakai Perusahaan Mati, Kadisdikbud Lampura Lempar ke Barjas

    Rabu, 24 November 2021, 08.44 WIB Last Updated 2022-01-05T05:36:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bidik Indonesia
    -Lampura| Diduga dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Lampung Utara (Lampura) memberikan sejumlah paket pekerjaan fisik pada perusahaan yang telah mati.

    Paket proyek yang diberikan bersumber dari dana APBD kabupaten Lampung Utara tahun anggaran 2021, yang dilakukan dengan cara Penunjukan Langsung (PL).

    Hal itu diketahui saat tim media ini melakukan investigasi.

    Sebut saja perusahaan Pulan [Bukan nama asli,-red], perusahaan konstruksi ini dijadikan pemenang disejumlah paket kegiatan fisik di Disdikbud Lampura.

    Namun, perusahaan Pulan saat dilakukan pengecekan di laman siki.pu.go.id data perusahaan tidak ditemukan. Baik dicek melalui nama maupun nomor NPWP perusahaan, kuat dugaan perusahaan tersebut telah mati.

    Selain memberikan paket pekerjaan fisik kepada perusahaan yang diduga telah mati, Disdikbud Lampura juga memberikan paket kegiatan fisik pada perusahaan yang tidak memiliki sub bidang klasifikasi/layanan jasa pelaksana untuk pekerjaan bidang jasa pelaksana kontruksi bangunan pendidikan (BG 007).

    Tak tanggung-tanggung tim media ini menemukan beberapa perusahaan yang diduga telah mati, dan beberapa perusahaan yang tidak memiliki sub bidang klasifikasi/layanan jasa pelaksana untuk pekerjaan bidang jasa pelaksana konstruksi bangunan pendidikan (BG 007).

    Diketahui, salah satu Persyaratan Kualifikasi paket pekerjaan fisik untuk bangunan pendidikan ialah: Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU), dengan kualifikasi usaha kecil [Kecil/Menengah/Besar] serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/layanan jasa pelaksana untuk pekerjaan bidang-bidang jasa pelaksana konstruksi bangunan pendidikan (BG 007) [sesuai dengan klasifikasi/layanan SBU yang dibutuhkan].

    Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampura, Mat Soleh saat dikonfirmasi terkesan ingin cuci tangan.

    Pasalnya, menanggapi masalah tersebut, Mat Soleh, bersikeras melemparkan permasalahan tersebut ke pihak Barjas Lampura.

    Saat disinggung, Kerangka Acuan Kerja (KAK) dibuat oleh siapa? dan  perusahaan kontruksi yang menjadi pemenang dibawa oleh siapa ke pihak Barjas?. Kepala Disdikbud Lampura, Mat Soleh, tetap bersikeras melemparkan permasalahan tersebut ke pihak Barjas.

    ” Yang tau perusahaan itu mati, perusahaan itu gak ada sub bidang layanan jasanya, itu Barjas. Ibarat katanya, kita dinas ini yang jualan, Barjas yang mengelola,” kata Mat Soleh, kepada media ini, Senin (22/11/2021).

    Terpisah, Kasubag pengelolaan pengadaan barang dan jasa Lampura, Romi, saat dikonfirmasi tidak dapat menjawab permasalahan tersebut, Romi meminta waktu kepada media ini untuk menjawabnya.

    ” Saya belum bisa menjawab, saya minta waktu untuk mempelajarinya,” ujarnya singkat dengan mimik wajah kebingungan.

    Sementara Kabag Barjas Lampura, Chandra, saat dihubungi melalui telepon dirinya mengungkapkan sedang ke Bandarlampung.

    ” Besok temu saya aja ya,”ungkapnya.(IT)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +