-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Shabela Hadiri Penutupan Diklat Calon Kepala Sekolah

    Kamis, 24 Februari 2022, 19.40 WIB Last Updated 2022-02-25T03:40:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

              Pariwara Pemerintah Aceh Tengah


    Bidik Indonesia.com. Takengon - Sehubungan dengan telah dilaksanakanya Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah (Diklat CKS) Tingkat Kabupaten Aceh Tahun 2021, serta telah usainya pelaksanaan kegiatan In Service Training (IST) - 2, Diklat Calon Kepala Sekolah Dasar dan Calon Kepala Sekolah Menengah Pertama.


    Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, berkenan mengunjungi para peserta Diklat Calon Kepala Sekolah tersebut, sekaligus menutup secara resmi Diklat Calon Kepala Sekolah yang dirangkai dengan Gelar Karya CKS itu, bertempat di SMP Negeri 1 Takengon, Selasa (28/12/2021).


    Bertujuan untuk menunjang manajemen sekolah dan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon Kepala Sekolah, yang diikuti oleh setidaknya 80 orang peserta untuk jenjang Sekolah Dasar dan Menengah Pertama, yang dibagi menjadi 4 kelas belajar.


    Bupati Shabela pada saat menutup diklat yang telah digelar sejak Minggu 26 Desember 2021 lalu, berpesan agar para calon Kepala Sekolah yang telah melaksanakan diklat tersebut dapat benar-benar memanfaatkan apa yang telah didapatkan selama berlangsungnya diklat tersebut.


    "Diklat ini saya rasa penting sekali, kami mendukung sepenuhnya segala bentuk peningkatan mutu pendidikan, baik itu bagi kepala sekolah, pengawas, guru dan bagi seluruh tenaga pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah," ujar Bupati..


    Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa untuk menunjang kualitas, satuan pendidikan harus diambil dari orang-orang yang berkompeten. Baik dalam aspek kepribadian, sosial, tugas pokok, managerial, pengembangan kewirausahaan dan supervisi di lapangan.


    "Sosok Kepala Sekolah dituntut sebagai figur yang menjadi role model bagi siswanya. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Semoga pengetahuan yang telah diperoleh dapat membawa manfaat bagi mutu pendidikan Kabupaten Aceh Tengah dimasa yang akan datang" tegas Bupati Aceh Tengah.


    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Drs. Uswatuddin, M.AP menyampaikan, dari 80 Orang Peserta Diklat CKS tersebut, saat ini sebanyak 50 Peserta telah menduduki posisi sebagai Kepala sekolah, sedangkan sisanya belum, dan untuk kedepanya akan menjadi preoritas pertimbangan utama sebagai calon kepala sekolah.


    Penyelenggaraan diklat calon sekolah yang dilaksanakan tersebut, disampaikan telah sesuai dengan panduan dari Permendikbud dengan dirancang dalam 4 tahap yaitu on job training (OJT) 20 jam pelajaran pada OJT pertama, In Dervice training, yang pertama 50 jam pelajaran, untuk OJT yang kedua 200 jam pelajaran dan yang terakhir In Service training kedua selama 30 jam, dengan melibatkan narasumber yang berasal dari lembaga penjamin mutu pendidikan LPMP Provinsi Aceh.


    "Harapan kami tentunya mudah-mudahan semua peserta yang dinyatakan lulus dari kegiatan diklat ini, yang nantinya akan memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah yang jeli melihat peluang, kreatif, inovatif untuk memajukan pendidikan di Aceh Tengah" ungkap Uswatuddin. Adv.

    Disnakertrans Rangkut Ratusan Calon Tenaga Kerja Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi


    Takengon  - Untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi untuk memasuki lapangan kerja, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi para calon tenaga kerja produktif. Pelatihan yang diikuti oleh 320 peserta ini dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Blang Bebangka Pegasing Takengon ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Kamis (24/2/2022).


    Program pelatihan kerja tersebut, merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dan mampu secara optimal agar siap masuk ke dunia kerja. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini akan dapat melahirkan tenaga kerja atau calon pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja serta menjadi pekerja yang berkompetensi dan berdaya saing.


    Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah menyampaikan, pemerintah terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia yang siap dan mampu untuk bekerja berbasis kompetensi, bertujuan tidak hanya menurunkan angka pengangguran, tapi juga menyebar luaskan peluang ekonomi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat terlebih pada masa pandemi seperti pada saat ini.


    “Melalui pelatihan ini, kami harapkan para peserta mampu meningkatkan skill dan kompetensinya, sehingga setelah mengikuti pelatihan ini kesempatan memperoleh peluang usaha akan semakin terbuka lebar, tinggal apakah nantinya para peserta pelatihan mampu melihat peluang ini atau tidak, karena salah satu kunci untuk sukses berwirausaha yakni adanya kreatifitas dan inovatif dari para pelakunya," harap Shabela.


    Lebih lanjut Shabela berpesan kepada para peserta pelatihan yang akan memulai merintis usaha harus memiliki sikap pantang menyerah, sebab dalam menjalankan setiap usaha sudah pasti akan memiliki kendala dan masalah, namun harus terus disikapi sebagai tantangan agar semakin matang dalam menjalankan tiap usahanya.


    "Manfaatkan teknologi sebagai pendukung usaha saudara, setidaknya sebagai pilihan dan media promosi yang memberikan kemudahan untuk semakin dikenal luas oleh masyarakat," pesannya.


    Bupati juga berharap semoga program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja tersebut dapat berlangsung masif, berkelanjutan dan terus menerus dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan pembangunan terutama untuk di Kabupaten Aceh Tengah.


    Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi ini ditandai dengan penyerahan perlengkapan peserta secara simbolis, tampak turut hadir dalam pembukaan tersebut, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Banda Aceh, Kepala Bank Aceh Syariah Cabang Takengon, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah/SKPK terkait, Kepala Baitul Mal, serta beberapa Camat wilayah asal dari peserta pelatihan.


    Sebelumnya Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kausarsyah, SE, MM menjelaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi kejuruan ini digelar untuk menciptakan calon tenaga kerja maupun wirausaha mandiri yang berkompeten dan mampu berdaya saing terutama diera teknologi saat ini.


    Kausarsyah juga melaporkan, peserta pelatihan ini terdiri 320 orang peserta dan akan dibagi atas 20 kelas pelatihan, dengan rincian 9 Kelas atau 144 orang akan mengikuti pelatihan dengan menggunakan biaya APBN, dan 11 kelas lainnya, atau dengan jumlah 176 orang peserta pelatihan akan menggukan dana Otsus Kabupaten Aceh Tengah.


    "Para Peserta nantinya akan dibagi menjadi 4 gelombang, dengan masing-masing mengikuti 260 - 320 jam pelatihan atau akan dilatih selama lebih kurang 35 sampai 40 hari dan setelah mengikuti pelatihan ini akan bergabung dengan talent hubungan yang terhubung dengan Dinas Tranmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tengah" jelas Kausar. 

    Bahas RPD Aceh Tengah 2023-2026, Bappeda Gelar Forum Konsultasi Publik



    Takengon - Untuk memantangkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kamis (24/2/2022), menggalar Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2023-2026, bertempat di oproom Setdakab.


    Forum Konsultasi publik tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pimpinan dan Ketua Komisi DPRK, para Kepala SKPK, Camat, Akademisi, Perbankan, Praktisi Hukum, BUMD, Organisasi Olah Raga, Kepemudaan, Asosiasi Perhotelan dan Ekspotir serta Forum Anak juga stakeholder terkait di Kabupaten Aceh Tengah.


    Dalam sambutannya, Bupati Shabela mengatakan bahwa forum konsultasi publik RDP Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2023-2026 merupakan forum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan untuk duduk bersama, berdiskusi, merumuskan dan membahas isu-isu aktual yang nantinya akan melahirkan agenda dan program unggulan pembangunan daerah.


    Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada seluruh peserta forum agar berpartisipasi secara aktif dalam memberikan masukan dan saran tentang agenda dan program unggulan pembangunan daerah yang akan digunakan dalam penyempurnaan rancangan Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2023-2026.


    "Masukan dan saran sel;uruh stake holder yang disampaikan melalui forum ini, akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan RDP dan arah pembangunan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2024-2026," ujar Shabela.


    Dalam kesempatan itu Shabela juga berap agar melalui Forum Konsultasi Publik RDP ini dapat difokuskan pada 5 (lima) aspek diantaranya penanggulangan kemiskinan, pemulihan perekonomian daerah pasca pandemi, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.


    Sebelumnya Kepala Bappeda, Drs. Amir Hamzah, MM dalam laporannya menyebutkan, Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada tahun 2022 ini. Dengan kondisi ini kata Amir, masa jabatan kepala daerah yang akan berakhir tersebut tentunya tidak memiliki dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka menengah.


    "Selama masa transisi ini kita wajib menyusun dokumen RPD Kabupaten Aceh Tengah 2023-2026, karena ini akan menjadi dasar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah diluar konsep RPJMK, untuk itulah kami berinisiatif menggelar forum konsultasi publik ini untuk menyempurnakan penyusunan RPD"  lapor Amir.


    Amir Hamzah menjelaskan, agenda Forum Konsultasi Publik RPD tersebut adalah pembahasan dan paparan, masing-masing oleh Sekretaris Daerah dengan Topik Paparan Prioritas Pembangunan Daerah 2023-2026. Selanjutnya paparan mengenai Rancangan RPD dan RKP, serta paparan Arah Kebijakan Keuangan Daerah oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan. Sementara bertindak sebagai moderator dalam forum konsultasi ini adalah Asisten Administrasi Pembanguna. (Adv)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +