-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bekal Utama Menyambut Bulan Suci Ramadhan

    Andi Masta
    Rabu, 23 Maret 2022, 20.16 WIB Last Updated 2022-03-24T03:16:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bener Meriah | Bidikindonesia.Com, Tgk. selamet Ibnu Ahmad selaku pimpinan pengajian iqadzhul ummah alwaliyah menerangkan, Untuk menyambut Ramadhan, bulan yang dipenuhi dengan rahmat dan karunia Allah, kita harus mengadakan persiapan-persiapan yang dianggap perlu dan bermanfaat, terutama dalam meningkatkan takwa kepada Allah ﷻ. Persiapan-persiapan itu antara lain:

    Persiapan Pertama yaitu taubat,

    Taubat hendaknya sebelum kita masuk kedalam bulan yg sangat agung ini kita mempersiapkan diri dengan bertaubat kepada Allah SWT,

    Taubat dari dosa yang dilakukan oleh seorang mu'min dan saat itu ia sedang berusaha menuju kepada Allah SWT adalah kewajiban agama. 

    Diperintahkah oleh Al Quran, didorong oleh sunnah, serta disepakati kewajibannnya oleh seluruh ulama, baik ulama zhahir maupun ulama bathin.


    Hingga Sahl bin Abdullah berkata: Barangsiapa yang berkata bahwa taubat adalah tidak wajib maka ia telah kafir, dan barangsiapa yang menyetujui perkataan seperti itu maka ia juga kafir. Dan ia berkata: "Tidak ada yang lebih wajib bagi makhluk dari melakukan taubat, dan tidak ada hukuman yang lebih berat atas manusia selain ketidak tahuannya akan ilmu taubat, dan tidak menguasai ilmu taubat itu (Di sebutkan oleh Abu Thalib Al Makki dalam kitabnya Qutul Qulub, juz 1 hal. 179).


    Allah SWT berfirman:

    "Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (QS .Al Hujurat: 11)

    Ini adalah dalil akan kewajiban bertaubat. Karena jika ia tidak bertaubat maka ia akan menjadi orang-orang zhalim. Dan orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.

    "Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung." (QS. Yusuf: 23)


    Juga tidak dicintai Allah SWT:


    "Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."( QS. Ali 'Imran: 57).

    Serta mereka tidak mendapatkan petunjuk dari Allah SWT:


    "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah: 51).


    "Maka telah nyata bagi kita dari firman Allah yang telah disebutkan kewajiban taubat ini tidak ada pilih orang baik dia itu pemabuk, penzina, penjudi, pencuri, penjahat, pejabat, tokoh masyarakat, ulama, pimpinan pesantren, baik Sayid, habib, bahkan sampai nabi sekalipun, oleh sebab itu sangatlah tepat dibulan sya'ban ini kita senantiasa bertaubat kepada-nya untuk mempersiapkan bulan yang mulia, karna siapapun tidak terlepas dari dosa dan maksiat untuk memperbaiki amal ibadah yg akan kita laksanakan dibulan puasa nanti karna apa bila kita tidak bertaubat semua amalan kita akan sia-sia belaka", tutupnya Tgk selamet.(masta)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +