-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Haru! Pencuri 40 Tandan Sawit Dibebaskan Kejari Pelalawan Atas Dasar Kemanusiaan

    Sabtu, 05 Maret 2022, 10.07 WIB Last Updated 2022-03-05T18:07:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Bidikindonesia.com, Pelalawan - Atas nama kemanusiaan Murdani Bin Taslam, warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, akhirnya dibebaskan dari proses hukum, karena sebelumnya melakukan pencurian 40 tandan buah sawit milik PT Mitra Unggul Pusaka (MUP).



    Setelah dipastikan dibebaskan, Murdani tampak begitu merasa bahagia. Apalagi, saat akan pulang, dia dibekali sejumlah uang oleh Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina.

    Dalam perkara ini, Murdani memang mengaku telah mencuri 40 buah tandan sawit itu. Namun, dia mengatakan, nekad melakukannya karena tidak memiliki uang untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

    Kajari Pelalawan Silpia saat dikonfirmasi riaubisa.com, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Riki Saputra, Rabu (2/3/2022) menjelaskan, Murdani mencuri 40 tandan sawit itu pada Rabu (22/12/2012) siang sekitar pukul 11.00 WIB.


    Dilanda kelaparan Murdani yang tidak memiliki pekerjaan ini, siang itu membawa egrek ke kebun PT MUP, berjarak sekitar 20 meter dari pondoknya.


    Membekali diri dengan goni, Murdani tiba di Afdeling III areal kebun kelapa sawit milik PT MUP, kemudian memanen 40 tandan buah sawit dan langsung menyembunyikannya.


    Setelah merasa aman, pada Kamis (23/12/2022) Murdani langsung melangsir buah ke pinggir jalan. Namun, ternyata aksinya terlihat karyawan PT MUP yang sedang melakukan patroli dan langsung mengamankannya beserta barang bukti serta dilaporkan ke Kepolisian.

    Dalam laporan pihak perusahaan, PT MUP menyatakan mengalami kerugian lebih kurang Rp3.525.500.


    Setelah berkasnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan atau P21, Jaksa yang mencermati perkaranya langsung menghentikan proses penuntutan dengan mekanisme Restorative Justice. 


    Riki menyatakan, langkah penghentian penuntutan terhadap tersangka sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

    Kita dari Kejaksaan Negeri Pelalawan menghentikan penuntutan atas nama tersangka Murdani Bin Taslam, pada hari Rabu (2/3/2022), jelas Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Riki Saputra.


    Menurut Riki, proses penghentian penuntutan dilakukan setelah adanya mediasi antara PT MUP dan tersangka pada Selasa (22/2/2022) kemarin. Hasilnya, yakni Kejari Pelalawan bertindak langsung sebagai Fasilitator berhasil melakukan proses perdamaian tanpa syarat yang disaksikan langsung kepala dusun dan pihak perwakilan Polsek Langgam.


    Selanjutnya, hasil dari mediasi dilaporkan ke Kajari Riau sebagai usul penghentian penuntutan. Sehingga, pada Selasa (1/3/2022) langsung dilaksanakan ekspos secara virtual dengan Kejati Riau dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum).


    “Hasilnya atas nama keadilan pengajuan penghentian penuntutan tersangka Murdani tersebut disetujui JAM Pidum,” ungkap Riki.


    Setelah mendapat persetujuan, Kajari Silpia Rosalina langsung menyerahkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) kepada tersangka Murdani dan pihak PT MUP. Selanjutnya, langsung dikeluarkan dari tahanan Rutan Polsek Langgam.


    “Menurut pengakuan tersangka, ia nekad mengambil buah kelapa sawit milik PT MUP karena tidak memiliki uang untuk membeli beras dan sisanya untuk memenuhi kehidupan keluarganya sehari-hari,” jelas Riki.


    Selain itu, pertimbangan lainnya juga karena sebelumnya tersangka tidak pernah dipidana. Sedangkan, pencurian di PT MUP ini baru pertama dilakukannya.

    Reporter: Flafian

    Sumber:RIAUBISA.COM/FZN





    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +