-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kenakan Pakaian khas Kerawang Gayo, DPRK Paripurnakan Hari Jadi Kota Takengon

    Selasa, 01 Maret 2022, 01.11 WIB Last Updated 2022-03-01T09:14:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Parlementaria


    Pakaian khas Kerawang Gayo serta Jembolang mewarnai Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Takengon ke-445.


    Bidik Indonesia.com. Takengon - Kamis 17 Februari 2022, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, sigap memakai jembolang (penutup kepala khas Gayo) serta atribut kerawang Gayo, di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat,


    Momen itu merupakan agenda sidang paripurna hari jadi Kota Takengon yang ke-445, terhitung sejak tahun 1577-2022Ketua DPRK Aceh Tengah, didampuk sebagai pimpinan sidang, didampingi Wakil Ketua I, Edi Kurniawan dan Wakil Ketua II, Ansari.


    Kata Arwin Mega, peringatan hari jadi Kota Takengon setiap tahun diperingati dengan agenda sakral, meski dalam kondisi tengah diterpa pandemi Covid-19. Ketua DPRK mengatakan "Umur Takengon sudah berada di 445 tahun, tentu banyak perbaikan perbaikan kedepan yang harus dilakukan bersama pihak terkait. Pun begitu, kita tidak lupa atas torehan sejarah yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita,"


    Pada Saat itu juga, dengan menggunakan bahasa Gayo, ia meminta semua pihak baik itu eksekutif dan legislatif bahu membahu bersinergi membangun Aceh Tengah yang lebih baik di masa yang akan datang. Arwin Mega, mengatakan, Jika bersama, semua akan terasa mudah. Takengon butuh inovasi inovasi baru, sehingga semua lini dapat dibenahi,"

    Bupati Aceh Tengah,  turut mengenakan baju kerawang Gayo serta Jembolang, namun ia khusus mengenakan baju dan atribut berwarna kuning. Bahkan di pinggangnya tersemat "Bawar Gayo" tanda kebesaran seorang raja di sebuah wilayah.


    Namun, untuk tahun ke lima ia menjabat sebagai “ulu rintah” di kabupaten berhawa sejuk itu tidak dilakukan munirin reje, lantaran ada sesuatu dan lain hal. Dalam pertanggungjawaban  kepada rakyat secara adat pun turut dilakukan berbarengan dengan paripurna di DPRK setempat.


    Kemeriahan HUT Kota Takengon akan dilakukan beragam kegiatan, mulai dari pacuan kuda yang digelar sederhana, pawai budaya, tari guel 445 penari, bahkan bendera Reje Linge akan dikibarkan.


    Dalam momentum itu, Shabela berharap Takengon lebih maju dalam segala bidang, baik itu ekonomi dan pembangunan. Shabela Berujar, Segala pesta rakyat yang dilakukan dalam memeriahkan HUT Takengon, digelar terbatas, harus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).


    Bupati Juga menyingung, di tahun terakhir kepemimpinan Shabela-Firdaus, persentase 80 persen visi dan misi sudah ter-cover. Namun ia menyebut pembangunan dan kebutuhan utama dimulai dari pinggir.


    "Kita mulai dari pinggir, perlahan kita juga membenahi kota. Semua kebutuhan dasar di pinggir sudah kita benahi," ungkap Shabela sembari menyinggung tahun 2024 akan mewarnai kursi bupati.

    Sidang Paripurna HUT Kute Takengon Ke-445 Tahun 2022 

    Peringatan HUT Kute Takengon, setiap tahun dilakukan di ruangan persidangan Gedung DPRK Aceh Tengah. Sekilas memang tidak ada yang membedakan kegiatan itu setiap tahunya. Undangan yang hadir serta para anggota Legeslatif dan eksekutif diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Gayo.


    Kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Februari setiap tahunya itu menjadi kegiatan rutin tahunan. Tentu sebelum pelaksanaan persiapan yang dilakukan oleh bagian Umum serta Humas DPRK menjadi tolak ukur keberhasilan dari acara dimaksud.


    Sudah tentu untuk mempersiapkan acara sakral itu, Ketua DPRK, Arwin Mega agar acara berjalan lancar dan maksimal. Persiapan yang matang dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya konsultasi dan koordinasi dijalin antar pemangku jabatan untuk mencapai hasil yang maksimal.


    Sesuai dengan keinginan Bupati Aceh Tengah dan Anggota DPRK pelaksanaan sidang paripurna memperingati Hari jadi Kota Takengon dalam sidang Paripurna lembaga DPRK banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak tentunya.


    Ketua DPRK Arwin Mega didampingi Para Wakil dalam sidang paripurna sekali sekali mengunakan bahaya Gayo, bahaya Gayo bukanlah hal yang mudah dilakukan, apalagi bahasa yang digunakan bukanlah bahasa Gayo yang sehari-hari kita dengarkan, melainkan bahasa Gayo kali ini merupakan bahasa formal yang mengandung makna yang sangat dalam.


    Jarum jam berdenting di huruf 10.00 wib, tanda acara dimulai “Tertib Bermajelis Rayat Genap Mupakat Kabupaten Aceh Tengah Muningeti Lo Jadi Ni Kute Takengen Ketike 445 (Tun 1579-Sawah 2022), yang artinya Rapat Paripurna DPRK Aceh Tengah Memperingati Hari Hut Kota Takengon Yang Ke 445, (Tahun 1579 sampai 2023).


    Begitu acara dimulai Humas DPRK Aceh Tengah sebagai pemandu acara yang disebut sebagai Runtun Rukun dalam bahasa Gayo mengambil perhatian seluruh peserta yang hadir dalam pembukaannya mengucapkan bahasa daerah gayo.


    “Tabi Mulo Isi Ni Sarak, Sesuk Sekejep” mengambil alih perhatian seluruh manusia yang ada di ruangan itu untuk berdiri sejenak. Beliau melanjutkan “Ulu Urum Unsur Merah Rayat Genap Mupakat Male Kunul Iwani Si Mutete Male Mulongoh Ku Si Musupu” tanda bahwa para pemangku jabatan yang ada di kabupaten Aceh Tengah untuk mengambil tempat yang telah di sediakan.


    Seketika ruangan senyap tanpa suara, hanya terdengar bunyi langkah kaki dan jepretan kamera yang senantiasa membelah kesunyian bak petir yang silih berganti bersaut-sautan.


    Setelah duduk disinggasananya Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega, di dampingi kedua wakil Pimpinan Edi Kurniawan, dan Ansari, SE mengucapkan salam sambil mengetuk palu yang digenggam orang terhormat itu sebanyak tiga kali tanda rapat telah dimulai.


    Salam pembukaan serta puja puji dan syukur diucapkan tanda tuhan semesta alam telah melimpahkan rahmatnya di hari yang bersejarah ini ucap Arwin Mega dalam pidato pembukanya yang juga menggunakan bahasa daerah Gayo.


    “Puji Syukurte Ku Tuhen Allah SWT Aza Wazala, Singe Munosah Rahmat Taufik Walhidayah Ku Kite, Sehinge Kite Nguk Murum Mukamul Ibatang Ruangni, Wan Tertib Bermajelis Rayat Genap Mupakat Kabupaten Aceh Tengah Menyangkut Lo Jadi Ni Kute Takengen Ketike 445 Tun”


    Setelah pidato pembukaan Ketua DPRK Aceh Tengah Runtun Rukun memandu acara kembali dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. “Ama reje ulu rintah, si munyawahni peri sara kalimah urum cerak sara patah, do’a sempena ari kami” ujar pemandu acara. Bupati Aceh tengah menaiki mimbar dan menyampaikan sambutannya yang juga sekali kali didalam bahasa Gayo.


    Tahap demi tahapan acara telah dilalui sebelum acara di tutup Runtun Tukun mempersilahkan Grup paduan suara yang akan menyanyikan lagu Mars Takengon yang juga baru tahun ini dinyanyikan dan diperkenalkan di muka publik.


    Sintak tauk kute takengen kul kucak, tue mude, wan batang ruang ni sesuk mulo sekejap. Tabi isi ni sarak” tanda grup paduan suara akan tampil yang di ikuti hadirin dipersilahkan untuk berdiri.


    Sampai di penghujung acara yaitu pembacaan doa dan palu di ketuk tiga kali oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, tanda acara telah berakhir. Sebelum para pemangku kebijakan dipersilahkan untuk santap siang maka panitia meminta mereka untuk duduk berbaris dalam acara photo bersama. Seluruh Forkopimda memakai baju Kerawang Gayo tampak mewah dan indah.


    Sekwan DPRK Aceh Tengah  tak hentinya mengucapkan rasa syukur nya dan mengapresiasi seluruh pejabat maupun staf Sekretariat DPRK Aceh Tengah yang tlah bersusah payah dalam menyukseskan acara***

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +