-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    mengukuhkan Aqidah ummat beragama, Bersatu Menjaga Agama Bangsa dan Negara

    Andi Masta
    Senin, 21 Maret 2022, 02.11 WIB Last Updated 2022-03-21T09:11:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bener Meriah | Bidikindonesia.Com, Berbeda sudut pandang itu biasa, yg penting jangan berbeda keyakinan/aqidah, kita satu menjaga agama negara dan bangsa, mari sama-sama kita kokohkan Drajat harkat martabat ahli Sunnah wal jama'ah di bumi seribu Aulia ini.


    "AGAMA-AGAMA yang ikut merintis kemerdekaan RI ialah agama yang sudah melalui proses pengindonesiaan. Pemikiran keagamaan para penganjur agama-agama dalam proto-Indonesia ialah orang-orang yang memiliki penghayatan dan rasa keindonesiaan yang sangat dalam.

    Hal itu bisa dimaklumi karena mereka sama-sama merasakan pahitnya kehidupan di bawah penjajahan asing". ujarnya Tgk. selamet Ibnu Ahmad.Senin, 21 Maret 2022.


    Tidak mengherankan jika mereka fasih meneriakkan kata ‘Allahu Akbar’ dan ‘merdeka’. Satu ungkapan jihad dan yang lainnya ungkapan patriotik.

    Akhir-akhir ini isu agama sering kali tampil berhadap-hadapan dengan tatanan rumah tangga islam. Gerakan puritanisme atau pemurnian agama tampaknya melahirkan benturan-benturan baru antara tatanan agama dan apa yang diklaim sebagian orang sebagai ajaran Islam.


    Apa yang sudah dianggap positif dan sudah diterima baik di dalam masyarakat luas, apalagi sudah diakomodasi oleh negara sebagai acara kenegaraan yang diperingati secara nasional, sebaiknya tidak perlu diusik lagi. Pemurnian ajaran tidak mesti harus mengorbankan kearifan dan kreativitas lokal sepanjang hal itu tidak terang-terangan bertentangan dengan ajaran dasar agama.

    Menjadi seorang muslim yang baik tidak mesti harus menyerupakan diri dengan orang-orang Arab. Kita bisa menjadi the best muslim, tetapi pada saat bersamaan kita tetap menjadi the best Indonesian.


    "Beberapa contoh seruan sudah mirip dengan ‘ancaman’ karena bagi mereka yang tidak mengindahkan ajaran dakwah mereka ditakut-takuti dengan neraka. Masyarakat sudah mulai bingung mana sesungguhnya yang benar", Ujarnya Tgk selamet Ibnu Ahmad.

    Peran Majelis Ulama Indonesia sebaiknya lebih proaktif melindungi kepercayaan umat yang sudah mapan. MUI harus berani bicara bahwa suasana keberagamaan dan tradisi keagamaan (Islam) di Indonesia sudah di atas jalan yang benar. 


    Apalagi dengan kebebasan umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa saat ini sudah sedemikian dilindungi oleh HAM.


    Pemahaman keindonesiaan bagi para generasi milenial penerus agama bangsa dan negara yang akan menuntut ilmu di luar negeri, baik ke Timur Tengah maupun ke negara-negara Barat dan lokal perlu diberikan pembekalan lebih awal. 


    Tidak sedikit mahasiswa Indonesia digarap di sana oleh kelompok-kelompok radikal.

    Begitu pulang ke Tanah Air, mereka bukannya menyumbangkan ilmu-ilmu spesifik yang digeluti di perguruan tinggi, melainkan lebih banyak menuduh ibadah umat yang sesat.

    "Mari kita kawal generasi penerus agama, bangsa, dan negara untuk mempertahankan negri tercinta", tutupnya Tgk. Riskana.(masta)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +