-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Nasib anak kariyawan PT SHL Pelalawan, berkilometer jalan kaki pergi ke sekolah.

    Rabu, 09 Maret 2022, 07.32 WIB Last Updated 2022-03-09T15:32:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Pelalawan -BIDIKINDONESIA COM. Sungguh ironis melihat anak anak karyawan PT.Sinar Haska lestari (SHL) Pelalawan provinsi Riau yang setiap hari harus berjalan kaki satu kilometer karena dermaga yang jauh.



    Perusahaan perkebunan kelapa sawit anak perusahaan PT.cipta Daya Sejati Luhur ini memang berbeda di sebrang sungai sehingga anak anak ini harus menyeberang menggunakan pompong.Sayangnya Darmaga pompong jarak nya lumayan jauh dari sekolah.


    Perusahaan tidak mau membangun dermaga didekat sekolah"ujar seorang warga,Selasa 8/3/2022.Ia menyayangkan ketidak pedulian perusahaan perkebunan sawit itu pada nasib anak karyawan.Hal ini sudah bertahun tahun management PT.SHL membiarkan anak itu jauh barjalan kaki.


    Hal itu juga dibenarkan oleh pekerja pompong.Menurutnya setiap ia menyeberangkan anak anak untuk pergi dan pulang sekolah.Informasih yang diperoleh, selain hal ini banyak ketidak pedulian PT.SHL bukan hanya pada warga bahkan juga pada pekerjanya.


    Misalnya soal perahu pompong yang yang nilai sewanya dianggap terlalu rendah.pemilik pompong mengaku pernah mengajukan harga sewa senilai 6 juta sebulan,namun ditolak perusahaan.


    "Padahal ini alat transportasi bagi karyawan dan keluarga nya.Kita takut sewaktu waktu bisa terjadi musibah , siapa yang akan bertanggung jawab?" Kata pemilik pompong yang tidak ingin disebut namanya.


    Ia berharap jika harga sewanya sesuai,ia bisa memasukan pekerjanya ke BPJS.Demikan juga terjadi musibah saat menyeberangkan anak sekolah.


    Sementara seorang karyawan,T.Toni,mengakui PT.SHL menutupi sejumlah persoalan.Misalnya tentang kebakaran lahan,hasil KKPA yang tidak kunjung jelas dan penggunaan lahan warga sebagai akses keluar masuk mobil pengangkut buah sawit.


    Penggunaan lahan warga ini dibayar tak wajar itu pun baru beberapa bulan belakangan ini dibayar ujarnya (8/3/2022). Demikian juga dengan rumah karyawan dan fasilitas pos jaga tak wajar.


    "Ia juga memudahkan dan mempekerjakan orang luar dari pada putra daerah.Kita berharap pemerintah lebih ketat mengawasi perusahaan ini"tambahnya.


    Disisi lain PT SHL diketahui beberapa kali melakukan pemecatan secara sepihak pekerjanya.Hal ini dialami oleh Ebi dan doni yang baru baru ini diberhentikan oleh perusahaan.


    Keduanya mengaku walaupun belum diangkat, sebagai karyawan tetap tapi, pihak perusahaan sangat tidak beritikad baik dan semena mena dengan bawahan.padahala seharusnya pada saat treining, perusahaan memberikan pelatihan yang baik bagi pekerja baru, bukan langsung main pecat," tandas mereka.


    Namun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp manager tidak mengenal nama nama karyawan yang diberhentikan.Ia juga menolak dikonfirmasi lebih lanjut dengan alasan menggangu dan memblok wa nya.


    Penulis: FLAFIAN.

    Sumber:Edrin/Tn/Tribrata tv. 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +