-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Amprah Iklan Fiktif, Sejumlah Oknum Wartalor Meradang

    Rabu, 20 April 2022, 23.29 WIB Last Updated 2022-04-21T06:29:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BIDIK Indonesia.com. ACEH TIMUR - Terkait tanggapan Pemerhati Sosial Masyarakat Aceh Timur tentang adanya dugaan iklan fiktif di Dinas Kominfo Aceh Timur beberapa waktu lalu, membuat sejumlah oknum wartawan WARTALOR (wartawan martabak telor) di wilayah ini merasa risih dan kebakaran jenggot bahkan meradang hingga sempat mengeluarkan statement yang tendensius dan dangkal dalam memahami subtansi dari sebuah kritikan. 


    Hal tersebut disampaikan Darwin Eng kepada  Media, Kamis 21 April 2022. Menurut Darwin Eng, wartawan sejati pasti bisa mengedepankan etika dan moral dalam setiap masalah, apalagi dalam menangapi setiap informasi yang timbul. 


    "Terkesan mereka sepertinya kebakaran jenggot terhadap kritikan saya, jadi menurut saya mereka belum layak disebut wartawan, tapi lebih tepat disebut wartalor," sebut Darwin.


    "Wartawan adalah Kontrol Sosial Masyarakat dan Corong Informasi Publik dan juga mata dan telinga bagi masyarakat, bicara sesuai data dan fakta, bijak tanpa memihak," timpal Darwin Eng.

     

    Namun anehnya, imbuh Darwin Eng.  Kritikan dirinya terhadap dugaan buruknya kinerja Dinas Kominfo Aceh Timur dalam melayani para wartawan, malah disikapi dengan tendensius malah terkesan menyerang dirinya pribadi. 


    "Kalimat yang dilontarkan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan sangat tendensius dan terkesan sangat dangkal dalam memahami subtansi dari kritikan yang dilansir media portal pada Selasa 19 April 2022.


    "Saya hanya menanggapi keluhan Safrizal salah satu wartawan media online terkait berita yang tayang pada Kamis (07/4/2022) dengan judul "Dinas Kominfo Aceh Timur diduga Bayar iklan fiktif".


    Darwin juga menyebutkan, sebelumnya juga ada beberapa rekan wartawan yang mengeluh dan menyampaikan kepada dirinya bahwa pengelolaan biaya publikasi di Dinas Kominfo Aceh Timur diduga tidak transparan dan terkesan diskriminatif.


    Seharusnya kata Darwin, mereka pahami dulu secara benar dari subtansi terhadap apa yang saya sampaikan, bukan sebaliknya menyerang balik saya secara membabi buta, seolah olah mereka manusia suci dan paling benar, jadi sangat dangkal pola pikir dan wawasannya,"


    Darwin menambahkan, mereka perlu banyak belajar dan  budayakan membaca sehingga tidak cepat gagal paham serta tidak mempertontonkan kebodohannya di publik.


    "Tentunya apa yang saya sampaikan, siap di pertanggung jawabkan serta bukan asal ngomong, seharusnya teman -teman wartawan berterima kasih karena statement saya semata mata untuk memperjuangkan hak hak wartawan yang selama ini tidak dihargai oleh Kominfo," tutup Darwin. Lentera 24.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +