-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPD. KIBAR ACEH Cutlem Laporkan Jaksa Edwardo, SH, MH Ke Kejaksaan Agung RI

    Andi Masta
    Jumat, 15 April 2022, 07.59 WIB Last Updated 2022-04-16T04:06:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Langsa | Bidikindonesia.Com, Terkait perkara No.10/pid sus/2022/PN Lgs, Jaksa Edwardo SH, MH (JPU) Nip : 1974 1116 1997031001 Jabatan Kasi PIDUM Pada Kejari Langsa, melakukan Pemerasan Kepada Terdakwa Muslim SE dan Ibnu Hajar SH.

    Berdasarkan press rilis yang disampaikan ke aeak media dari Saudara Muslim, SE mengatakan,
    "Bertempatan dengan tahap II pelimpahan Kedua Tersangka dari Polda Aceh ke kejari Kota Langsa, Jaksa Edwardo SH, MH meminta sejumlah uang Kepada Terdakwa Muslim, SE alias cutlem dan Ibnu Hajar SH dengan alasan kedua terdakwa tidak ditahan dan akan di tuntut Hukuman Ringan, Karena ketakutan Ibnu Hajar, SH menyerahkan uang kepada jaksa Edwardo SH.MH, Jaksa Edwardo SH,MH mengatakan bahwa uang tersebut bukan untuk dirinya melainkan untuk dibagikan kepada atasanya di Kejari Langsa dan beberapa pejabat di Kejati Aceh termasuk ibu Isnawatu", terangnya muslim, SE alias Cutlem kepada Media melalui press rilisnya. Kamis, 14 April 2022.

    Masih dalam tahap proses pemeriksaan saksi —saksi dan pemeriksaan terdakwa di persidangan, Ibnu Hajar, SH mengatakan, "Bahwa jaksa Edwardo SH, MH kembali meminta sejumlah uang agar di tuntut hukuman ringan, namun karena jumlah yang diminta besar, Ibnu Hajar tidak sanggup memenuhi permintaan Jaksa Edwardo SH, MH", ujarnya Ibnu Hajar, SH

    Lalu Jaksa Edwardo SH, MH menyatakan, "Saya terima saja dari pihak pak walikota bahkan jumlahnya dua kali ipat dari yang saya minta sama kalian, berarti kalian akan saya tuntut Hukuman Tinggi Yaitu Dua Tahun Penjara", ujarnya Muslim, SE mengutip pernyataan Jaksa Edwardo, SH, MH.

    "Setelah tuntutan Jaksa Dua Tahun Hukuman Penjara, 5 Hari kemudian Ibnu Hajar SH meninggal dunia.
    Setelah tuntutan Jaksa Dua Tahun Penjara Ibnu Hajar SH, bertemu dan mengadu kepada Terdakwa Muslim SE bahwa dia tidak kuat lagi dan tidak tahan lagi menghadapi semu ini", jelasnya lagi Muslim, SE alias Cutlem dalam Press Rilisnya.

    "Apa yang dilakukan oleh Jaksa Edwardo SH, MH sangat meresahkan. Lalu DPD KIBAR Aceh melakukan investigasi terkait keberadaan Jaksa Edwardo SH, MM Berdasarkan hasil
    investigasi tim KIBAR Aceh selama bertugas di kota langsa hampir semua kasus yang ditangani oleh Sdr. Jaksa Edwardo SH, MH selalu bernego dengan uang, Jaksa Edwardo SH, MH melakukan jual beli hukum", tambahnya Muslim, SE.

    "Sehingga hukum tidak berpihak kepada yang benar tapi hukum berpihak kepada yang bayar sehingga terhambatnya penegakan supremasi hukum ini sangat bertentangan dengan moto lembaga
    Adiyaksa sendiri. Maka DPD KIBAR Aceh melaporkan temuan ini ke KAJAGUNG RI, JAMWAS KEJAGUNG RI agar Jaksa Edwardo SH, MH untuk segera ditindak dan di bina serta di proses hukum sehingga tidak berlanjut merusak citra dan nama baik lembaga kejaksaan apalagi perbuatannya sangat merugikan masyarakat yang mencari keadilan hukum", pungkasnya Muslim, SE.

    Mohon kiranya ini mejadi perhatian Bapak KAJAGUNG RI Beserta Jajarannya

    Setelah tutuntan dua tahun, jaksa Edwardo SH, MH juga ada meminta uang kepada Terdakwa Muslim SE dengan alasan Jaksa Edwardo tidak melakukan Banding setelah putusan Hakim
    nantinya.

    Namun Terdakwa Muslim SE yang juga Ketua DPD KIBAR Aceh tidak memenuhi dan menanggapi permintaan jaksa tersebut dan ketua DPD KIBAR Aceh menganggap, "Jaksa Edwardo, SH, MH adalah jaksa Sontoloyo", pungkasnya Muslim, SE alias Cutlem menutup keteranganya.

    Karena melakukan pemerasan terhadap aktivis sekaligus penggiat DPD KIBAR Aceh siap bertanggung jawab atas laporan ke KAJAGUNG RI.

    Jaksa Edwardo, SH, MH saat dikonfirmasi media Bidikindonesia.Com melalui Wahatsapp menanggapi dengan singkat, "berita itu tidak benar adanya", sanggah Edwardo melalui pesan Whatapp.

    Sementara itu, media mencoba mencari informasi terkait hal itu dan menemukan informasi seperti yang dirilis media LintasAtjeh.com, Kasi Pidum Kejari Langsa Edwardo, SH, MH kepada LintasAtjeh.com menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua DPD Kibar itu tidak benar.

    "Tidak benar saya meminta uang kepada kedua terdakwa," ujar Edwardo melalui telepon seluler.

    "Kita bekerja sesuai aturan dan tidak ada yang aneh-aneh," tutupnya Edwardo.(masta)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +