-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Momen Bulan Suci Ramadhan Disinyalir Jadi Ajang Pungli Pengelola Pasar Tubaba

    Selasa, 05 April 2022, 06.26 WIB Last Updated 2022-04-05T15:02:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Tubaba, Bidik Indonesia
    ,- Menjelang waktu berbuka puasa hari ketiga pada bulan Ramadhan 1443 Hijriah, sejumlah warga berbondong-bondong memadati Pasar Ramadhan yang berhalaman di pasar modern di Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Pada Senin (5/4/2022)


    Pantawan wartawan dilapangan ada beberapa lapak penjual makanan. Tidak sedikit makanan dan minuman yang dijajakan oleh pedagang pasar serta diikuti antusiasme luar biasa dari pembeli.


    Seperti salah satu pedagang, Dhea mengatakan, dirinya berjualan sejak hari pertama puasa, ia berjualan berbagai jenis menu buka puasa seperti minuman dan menu takjil lainnya.


    "Ya Alhamdulillah. Kalau bayar lapaknya Rp150.000 selama satu bulan puasa ini," ujarnya.


    Selain itu, Endah pedagang sayur mayur mengatakan sudah menjadi rutinitasnya setiap tahun selama bulan puasa berjualan dipasar ramadhan.


    "Setiap bulan puasa dari tahun ketahun jualannya. Kalau syarat jualan disini ya bayar sewa lapak Rp150.000 dan parkir Rp2000 saja. Kepinginnya sih lapak pedagang ini dikasih tenda gitu, biar kalau hujan atau panas ya tetap nyaman," harap Endah.


    Terpisah, Yohanes Parno pedagang es degan kelapa muda mengeluhkan keterbatasan lapak yang didapatnya. Dia juga berharap pengelola pasar dapat memberikan fasilitas yang memadai.


    "Caranya dagang disini daftar dan administrasi nanti, tempat mereka yang menentukan, kasih nomor begitu. Sewanya Rp150.000 satu bulan ini. Harapannya ya diperbaikilah, inikan sepertinya sempit, kalau disitukan luas enak, juga kalau dikasih tenda jadi nyaman," tandasnya.


    Penarikan uang sewa lapak kepada puluhan pedagang ini tentu menimbulkan kejanggalan, betapa tidak, seperti diketahui pasar pulung tersebut belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan dasar payung hukum sehingga diduga tindakan tersebut sebagai 'Pungutan Liar' (Pungli) yang dilakukan pengelola pasar.


    Selain itu, didalam bangunan megah pasar pulung tersebut juga sudah tersedia lokasi khusus kuliner, namun anehnya pasar ramadhan justru digelar dihalaman pasar, sehingga disinyalir akal-akalan ini menjadi dasar pengelola pasar untuk melakukan penarikan kepada pedagang.


    Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Baharuddin selaku kepala pasar Pulung belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan pungli tersebut. (Reky)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +