-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sampaikan Sidang Paripurna Istimewa HUT Aceh Tamiang ke-20

    Sabtu, 09 April 2022, 20.32 WIB Last Updated 2022-04-10T03:35:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Parlementaria DPRK Aceh Tamiang 


    Document poto, Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Menyambung HUT Ke 20 Aceh Tamiang. 


    ACEH TAMIANG

    Kegiatan sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Aceh Tamiang, acara berlangsung diruang sidang utama Gedung DPRK Aceh Tamiang di Karang Baru pada hari Jum'at (8/4/2022). 


    Ketua DPRK Aceh Tamiang

    Suprianto, ST  selaku pimpinan sidang menyampaikan, memasuki hari jadi Kabupaten Aceh Tamiang yang ke-20, harapan dan doa di usia yang menginjak dua dekade ini seluruh elemen, baik Pemerintah dan masyarakat dapat terus Bersatu padu menuju Tamiang yang lebih sejahtera,"ucapnya mengawali persidangan. 


    "Dalam perjalanan panjang membangun Negeri Bumi Muda Sedia, memproyeksikan cita-cita mulia di masa mendatang di usia yang ke-20 tahun, terhitung masih belia, namun berbagai kemajuan telah dicapai, berbagai prestasi telah diraih di bawah kendali nahkoda para pemimpin negeri. 


    "Sesuai dengan kemajuan zaman, masih  terdapat pula berbagai permasalahan yang belum terpecahkan, terselesaikan yang menyangkut hajat hidup masyarakat, oleh sebab itu sangat diperlukan kerja bersama, kerja keras dan kerja ikhlas kita semua selaku unsur pemangku kepentingan yang menjalankan roda Pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang. 

    Sebagaimana petuah para leluhur jika hendak mencapai tujuan bekerjasamalah sepadu setujuan, jika hendak meraih kejayaan bersatu padu memikul beban. 

    Selanjutnya, Suprianto selaku pimpinan rapat  menyampaikan, ucapan terima kasih dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, serta menutup sambutannya dengan pantun, Pergi berlayar ke negeri Cina, naik pesawat lewat bandara, semoga Tamiang semakin berjaya, rakyat Makmur aman dan sejahtera,"ungkapnya.


    Kesempatan selanjutnya Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn melalui  T. Insyafuddin, ST Wakil Bupati Aceh Tamiang mengatakan, 

    usia Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 10 April 2022 genap memasuki 20 Tahun. Usia yang menjadi ujung dekade kedua dan menjadi awal dekade ketiga kabupaten kita tercinta ini,"jelasnya.



    "Kalau dilihat dari perkembangan psikologis, sebagian ahli menyebutkan, bahwa pada dasarnya setiap 10 tahun, manusia akan dihadapkan pada momen-momen penting dalam hidupnya. Demikian disebutkan dalam buku Citizen 4.0. Usia 0-10 tahun disebut Kids on the Block, usia 10-20 disebut Young, Wild, and Free, selanjutnya usia 20-30 tahun disebut Twenty Something dan seterusnya. 


    "Ketika kita mengilas balik, mengenang upaya perjuangan para pendiri mengusulkan pembentukan Kabupaten Aceh Tamiang, di mana perjuangan untuk berdiri sebagai sebuah Kabupaten telah digalakkan sejak tahun 1957. Terlebih lagi, usulan tersebut mendapat

    dorongan dan semangat yang lebih kuat dengan keluarnya TAP MPRS Hasil Sidang Umum ke-IV Tahun 1966 tentang pemberian otonomi yang seluas-luasnya.


    "Langkah perjuangan tersebut sempat terhenti, akibat dinamika politik dan situasi keamanan pada saat itu. Setelah beberapa waktu berselang, semangat tersebut muncul kembali dan pada akhirnya, beranjak dari keinginan menuju daerah otonom yang lebih mandiri, beberapa tokoh masyarakat Tamiang mengajukan pemekaran kepada Pemerintah Pusat. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya, pada tanggal 10 April 2002 lahirlah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.


    T. Insyafuddin menambahkan, Tema Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Tamiang ke-20 Tahun 2022  adalah “Bersatu untuk Tamiang Lebih Sejahtera”. Peringatan Ulang Tahun atau  Hari Jadi kali ini dilaksanakan secara sederhana, sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Meski demikian, sejumlah rangkaian yang mengiringi Peringatan Hari Ulang Tahun  tetap dilakukan, guna menyemarakkannya walau dalam keterbatasan,"ungkapnya.


    "Ada Kejuaraan Karate Piala Bupati, Gotong Royong Massal ASN di Kota Kualasimpang, Donor Darah, Lomba Penyuluh dan Petani Terbaik, serta ditutup dengan Pengajian Rutin Akbar SKPK. Meski sederhana, hakikatnya tidak mengurangi makna dan nilai refleksi historikal bagi seluruh warga Aceh Tamiang di manapun berada, sebagai bentuk apresiasi kita terhadap segala pencapaian karsa, karya dan budaya yang telah diperjuangkan oleh para leluhur dan pendiri Bumi Muda Sedia, serta kita para penerusnya hingga hari ini, dan generasi selanjutnya di masa mendatang.


    "Melalui momentum Hari Jadi ini, kita dituntut memperkokoh kebersamaan, kekompakan, sinergitas dan partisipasi aktif seluruh komponen daerah yang dilandasi nilai-nilai kearifan lokal dan Islami sebagai warisan budaya kita. Nilai kearifan lokal sebagaimana tertuang dalam moto Kaseh Pape Setie Mati yang melambangkan makna bahwa terhadap seluruh aspek kehidupan, orang Aceh Tamiang, individu maupun kelompok masyarakat, rela berkorban dan saling tolong-menolong  dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan yang kekal tanpa pamrih.


    Wakil Bupati melanjutkan, ada beberapa kegiatan yang terus berlangsung, yaitu penanganan Covid-19, saat ini sudah berada pada status nol kasus. Namun demikian, kita tak bisa berhenti. Kita memahami, walau dilanda pandemi, dinamika pembangunan mesti tetap berputar,"terangnya.


    "Program Maghrib Mengaji, yang diperkenalkan pada akhir 2019 dan resmi diluncurkan tahun 2020, selain itu, dalam usaha memberikan keteladanan kehidupan beragama, kami menggelar Safari Subuh dan Safari Maghrib ke kampung-kampung dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.


    "Selanjutnya, sejumlah program kerja seperti Da'i Kecamatan, pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan agama, serta berbagai pelatihan keagamaan tetap dilaksanakan sebagai upaya membumikan syariat di kabupaten Aceh Tamiang. 


    Wakil Bupati menambahkan, Keberhasilan penerapan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya menginspirasi dan menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lain di Aceh. Sampai dengan hari ini, tercatat ada tiga Kabupaten/Kota di Aceh yang melakukan kerjasama penerapan TPP, yakni Kota Langsa, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Utara. Penerapan TPP berbasis e-Government yang menggunakan aplikasi e-absensi, e-kinerja, dan e-simpeg. Keseluruhan ini adalah pengejawantahan misi kedua, Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Melayani, Berkualitas dan Berbasis Teknologi Komunikasi dan Informatika,"terangnya.


    "Hal lainnya menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama masa pandemi Covid-19, kita mempunyai inovasi aplikasi Tamiang Pande yang baru saja diganjar dengan Serambi Awards 2022 dengan kategori Penggagas Ide Kreatif Sistem Pembelajaran.  


    "Dalam Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan, Kabupaten Aceh Tamiang berkali-kali mendapat apresiasi. Dalam aspek pengelolaan keuangan daerah, secara berturut-turut Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian delapan kali, dan selalu menjadi yang tercepat di Aceh. Dalam aspek Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan Nilai Indeks 2,62, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi yang terbaik di Aceh. Aspek Kepatuhan Penerapan Standar Pelayanan Publik,  juga menjadi yang terbaik di Aceh. Pada bulan Maret kemarin, Kabupaten Aceh Tamiang mendapat Penghargaan Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 dengan kategori Zona Hijau dan nilai tertinggi dari Ombudsman RI. 


    "Dari awal memimpin Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, kami memprioritaskan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal. Titik beratnya ada pada sektor pertanian, UMKM dan perikanan.


    "Pembangunan Ekonomi Kerakyatan juga dilakukan dengan berbagai strategi, termasuk peningkatan kualitas sumber daya angkatan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam hal ini, kita memiliki Program Skill Development Center yang sudah memasuki tahun ketiga perjalanannya. Program ini selain untuk menuntaskan angka pengangguran, juga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja terampil dan tumbuhnya usaha-usaha ekonomi baru.


    "Tumbuhnya usaha-usaha ekonomi baru perlu kita dorong bersama. Hal ini mutlak menjadi tanggung jawab kita semua, guna Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat di Kabupaten yang kita cintai ini. Usaha-usaha ekonomi baru tersebut, bisa saja berbentuk

    replikasi usaha yang sudah berhasil maupun usaha ekonomi kreatif yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, seperti pengembangan kawasan ekowisata berbasis masyarakat, dan pengembangan usaha tenun songket khas Aceh Tamiang yang kini tengah digalakkan oleh Dekranasda Aceh Tamiang. 


    "Disektor wisata, bahwa Aceh Tamiang tahun lalu mendapatkan dua penghargaan di bidang pariwisata, yaitu Kawasan Ujung Tamiang sebagai Juara II Anugerah Pesona Indonesia pada kategori Ekowisata Terpopuler, dan Anugerah Desa Wisata (ADWI) bagi Kampung  Selamat yang mengelola ekowisata Gunung Pandan. Aceh Tamiang kini telah memiliki 25 motif tenun songket khas yang telah dipatenkan. 


    "Untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat juga kami dorong dengan pemanfaatan Dana Desa. Sebagai Kabupaten Tercepat Penyaluran Dana Desa di Aceh, kami mendorong dan mengarahkan para Datok Penghulu memberdayakan serta mengembangkan usaha ekonomi masyarakat di kampung-kampung, baik melalui Badan Usaha Milik Kampung, maupun lewat pelatihan keterampilan bagi warga setempat, sesuai dengan potensi lokalita.


    Wakil Bupati menambahkan, dalam upaya Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Prasarana Layanan Dasar serta Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan dan Mitigasi Bencana dilakukan pendekatan secara struktural, dilaksanakan dengan pembangunan berbagai prasarana layanan dasar, seperti; penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pembangunan jalan dan jembatan, pembenahan lingkungan kumuh, Pembangunan Rumah Layak Huni, sertasejumlah program lainnya,"ucapnya.


    "Sementara itu, dalam hal Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan dengan pendekatan secara adat dan kultural, Aceh Tamiang kini memiliki kampung yang mempunyai Resam tentang Pemanfaatan dan Perlindungan Kawasan Mangrove, yakni Kampung Tanjung Keramat dan Kampung Alur Nunang, Kecamatan Banda Mulia. Kedua kampung ini menjadi model untuk pengelolaan kawasan serupa di Aceh.


    "Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan juga dilakukan dengan pendekatan Daerah Sumber Terverifikasi (Verified Sourcing Area) bagi para petani sawit di dua kecamatan, yakni Kejuruan Muda dan Tenggulun. Pendekatan ini memastikan, pengelolaan kebun sawit rakyat dilakukan dengan teknik budidaya berkelanjutan. Perlindungan kawasan mangrove, budidaya kelapa sawit berkelanjutan, serta penyediaan IPAL, baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan langkah Memitigasi Bencana, terutama bencana alam akibat kerusakan lingkungan.


    "Sementara itu, penataan kota kualasimpang yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, insyaallah tahun depan akan dilanjutkan kembali pembangunannya. Penataan Kota Kualasimpang ini adalah bagian dari Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Prasarana Layanan Dasar serta Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan di kawasan perkotaan Kabupaten Aceh Tamiang.


    Wakil Bupati juga menambahkan,  Jebolnya tanggul sungai di beberapa titik, membuat sejumlah kampung kerap dilanda banjir bila debit air sungai naik dan meluap. Alhamdulillah tahun ini, Pemerintah Aceh telah menganggarkan Rp. 1,9 Milyar dana untuk perbaikan tanggul sungai di maksud.  Kita berharap perbaikan tanggul dapat segera terlaksana,"terangnya.


    "Dalam upaya penanganan stunting dan gizi buruk, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendorong hadirnya program-program yang melibatkan kaum ibu dan perempuan. Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (asman toga), serta lahirnya inovasi Pelor Chating (Pemanfaatan Daun Kelor Cegah Stunting) menunjukkan bahwa kaum perempuan Aceh Tamiang sangat mampu berdaya dan berdikari.


    "Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga memiliki perhatian serius dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan Pertamina Field Rantau telah merintis dan berusaha dengan membangun unit usaha bagi penyandang disabilitas yang ada. Salah satunya yakni usaha bengkel dan cuci sepeda motor yang berada di pinggir jalan negara, Kampung Dalam. Dalam menjamin hak-hak pendidikan bagi penyandang disabilitas, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendukung pengembangan SLB di dua kecamatan, Seruway dan Manyak Payed, guna mengafirmasi, mendekatkan jarak penyediaan layanan pendidikan bagi anak-anak istimewa kita.

    "Sudah begitu banyak capaian yang diraih Kabupaten Aceh Tamiang selama empat tahun terakhir. Memasuki tahun kelima pemerintahan kami, hingga April 2022 hari ini, tercatat setidaknya ada 45 penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam berbagai bidang. Semua ini adalah hasil kerja sama, kolaborasi, dan sinergi kita semua sebagai komponen pembangunan daerah. 


    "Kami menyadari sepenuhnya, tanpa adanya kerja sama, kolaborasi, dan sinergi yang apik antar dan lintas sektoral ini, mustahil kita bisa meraih semua capaian yang ada. Selanjutnya, tahun ini adalah tahun terakhir masa pemerintahan kami di Aceh Tamiang. Masa kerja kami hanya tinggal delapan bulan lagi dari sekarang. Meski banyak capaian yang berhasil diraih, namun juga masih ada kekurangan-kekurangan yang belum berhasil terlaksana sebagaimana tercantum dalam visi-misi pembangunan yang ada.


    "Masih banyak permasalahan yang menjadi dasar prioritas yang harus dituntaskan seperti masalah kemiskinan, serta penerimaan transfer nasional dan provinsi yang terus mengalami penurunan secara signifikan. Kita memerlukan banyak penyesuaian dan solusi untuk menyikapinya. Inilah pekerjaan yang masih kami hadapi, serta menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh kepala daerah penerus kami. Disisa masa jabatan, kami berkomitmen melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Menyelesaikan masa pemerintahan hingga akhir. Namun demikian, masa yang singkat ini kami yakini tidak mampu menyelesaikan permasalahan prioritas itu sepenuhnya,"ungkap Wakil Bupati. 


    Hadir dalam sidang Paripurna Istimewa tersebut, 

    Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang (Dandim 0117/Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, Ketua Pengadilan Negeri Kualasimpang, Ketua Mahkamah Syariah Aceh Tamiang, Ketua MPU dan Ketua MAA Kabupaten Aceh Tamiang); 

    Bupati dan Ketua DPRK Aceh Timur, Walikota dan Ketua DPR Kota Langsa, Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Langkat;

    Para Mantan Bupati dan Wakil Bupati, Mantan Ketua DPRK, dan Mantan Sekretaris Daerah Aceh Tamiang yang berhadir;

    Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang;

    Para Kepala Perangkat Daerah di

    Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang;

    Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Isteri Ketua dan Pimpinan Kolektif DPRK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Persit Kartika Chandrakirana, Ketua Bhayangkari, Ketua Adyaksa Dharma Karini, dan Ketua Dharma Yukti Karini Kabupaten Aceh Tamiang;

    Hajjah Siti Rahmah Abdul Latief;

    Para Alim Ulama, Pimpinan Partai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Organisasi Wanita dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Para Camat dan unsur Forkopimcam se- Kabupaten Aceh Tamiang, Komandan Batalyon Raider Khusus 111/Karma Bhakti beserta jajaran, Kepala BNNK Aceh Tamiang, Para Pimpinan BUMN, BUMD, Badan Usaha Swasta dan Instansi Vertikal, Komandan Sub-Denpom Aceh Tamiang; 

    Para Kepala Mukim, Datok Penghulu, Ketua MDSK, Tok Imam Kampung dalam Kabupaten Aceh Tamiang, 

    Insan Pers dan  tamu undangan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +