-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Warga Keude Dua Idi Rayeuk Akan Laporkan Kasus Dugaan penggelapan Lembu Bantuan Ke Polisi

    Andi Masta
    Rabu, 27 April 2022, 02.37 WIB Last Updated 2022-04-27T09:37:35Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Aceh Timur | Bidikindonesia.Com, Sejumlah warga Desa Keude Dua, Idi Rayeuk Aceh Timur berencana melaporkan ke pihak penegak hukum soal dugaan penggelapan lembu bantuan aspirasi untuk kelompok mereka, yang kini diduga tidak jelas keberadaannya sejak tahun 2021 lalu.


    "Kami akan laporkan ini ke polisi, biar jelas bagaimana sebenarnya duduk perkara lembu bantuan ini, jangan enak saja ambil KTP kami," kata AM, salah seorang warga yang merupakan anggota kelompok penerima 20 ekor lembu bantuan di daerah tersebut, Rabu  27 April 2022.


    Dia mengungkapkan, pihaknya meragukan penjelasan pihak terkait soal lembu bantuan itu, dan menuntut agar semua ternak sapi itu dikembalikan kepada pihak mereka secepatnya. Dia juga meminta penegak hukum mengusut tuntas masalah tersebut secara terang benderang.


    " Katanya sapi itu dikembalikan ke UPTD, tapi kami juga pernah dengar, diduga lembu - lembu itu malah dipindahkan ke desa tetangga oleh seseorang, jadi biar proses hukum saja nanti yang membuktikan kebenarannya,"ujar AM.


    Dia dan rekan - rekannya mengaku sudah bersepakat untuk membawa masalah lembu bantuan itu ke ranah hukum, hingga mereka mendapatkan keadilan. AM juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan di awal mula 20 ekor lembu bantuan itu di turunkan ke desanya.


    " Sebenarnya banyak sekali kejanggalan, dari awal kami tidak diberitahu bahwa lembu yang ada di desa kami adalah bantuan milik kelompok, kemudian baru dikasih tahu setelah heboh di media, " ungkap AM.


    Dia juga mengungkapkan kejanggalan demi kejanggalan lainnya seperti pemberian sejumlah uang kepada masing - masing anggota kelompok mereka yang diduga sebagai iming - iming pengganti lembu bantuan hak masyarakat tersebut.


    "  Kami juga sempat diiming - imingi uang Rp.200 ribu, diduga sebagai pengganti lembu, sebelumnya lembu - lembu itu juga sempat hilang dari kandangnya, diduga ditempatkan  di rumah sejumlah orang yang diduga bukan anggota kelompok, namun setelah diberitakan media, lembu - lembu itu pun dikembalikan ke sini," ungkapnya lagi.


    AM juga membeberkan soal sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengurusan turunnya lembu bantuan tersebut, yang mengaku telah mengeluarkan  banyak uang sebagai ongkos pengurusannya ke pihak tertentu.


    " Ya, ada yang ngaku sudah keluar banyak uang untuk mengurus lembu itu, jadi dia merasa berhak menguasai, namun bagaimana cerita sebenarnya mungkin ketua kelompok kami yang lebih tahu," sebut AM.


    Seorang pejabat yang dikonfirmasi soal keberadaan lembu itu menjelaskan bahwa lembu bantuan itu sudah dikembalikan ke UPTD Sare karena alasan tertentu.


    " Itu kan sudah clear, sudah dikembalikan ke UPTD," kata pejabat negara tersebut.


    Menurut penulusuran media ini di sejumlah titik, hal yang hampir mirip juga terjadi dan dialami oleh kelompok petani atau peternak di Aceh timur. Rata - rata lembu bantuan kini diduga tidak lagi berada pada tempatnya tanpa sepengetahuan kelompok. 


    Pada umumnya ketua kelompok yang diduga bermain dengan pihak di atasnya, memindahkan lembu - lembu bantuan itu, atas alasan ternak itu sakit dan mati, dan alasan lainnya juga dikarenakan anggota kelompok tidak mampu memeliharanya sehingga dipindahkan ke tempat lain yang tidak diketahui anggota kelompok.


    Tim investigasi sejauh ini menemukan indikasi adanya permainan dan keterlibatan kalangan atas di seputar bantuan ternak untuk masyarakat tersebut.


    Dan sayangnya, sejauh ini aparat penegak hukum belum bertindak apapun pada praktek dugaan penggelapan ternak bantuan yang menghabiskan uang negara tersebut.(masta)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +