-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Halal bi Halal Masyarakat Rikit Gaib - Pantan Cuaca Bersama Pemkab Gayo Lues

    Pujo
    Kamis, 26 Mei 2022, 00.46 WIB Last Updated 2022-05-26T07:46:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Gayo Lues - Bidikindonesia.com
    Dalam rangka mempererat tali silahtuhrahmi dan tergalangnya persaudaraan yang lebih akrab antar sesama bersama masyarakat Rikit Gaib dan Pantan Cuaca di hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 Pemda kab. Gayo Lues, bersama masyarakat melaksanakan Halal Bi Halal di Lapangan Gor Kota Rikit Gaib Kamis, (26/05/2022) pukul 09.30 Wib.

    Bupati Gayo Lues dalam sambutannya menyampaikan Taqabbalallahu Minna Waminkum Shiyamana Washiyamakum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal Aidun Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

    Salah satu hikmah yang dapat kita petik lewat Halal Bi Halal ini adalah terciptanya Ukhuwah, tergalangnya persaudaraan yang lebih akrab diantara sesama dan saling mengikhlaskan, melupakan perbuatan dan kesalahan yang telah lalu dengan acara jabat tangan sebab Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Berjabat tanganlah kamu sekalian, sesungguhnya berjabat tangan dapat menghilangkan dendam hati” (H.R. Al, Bajhaqi).

    Bupati juga menyampaikan kegiatan Halal Bi Halal yang dilaksanakan ini jangan semata-mata hanya dilihat sebagai acara seremonial belaka akan tetapi harus dihayati adalah makna yang terkandung didalamnya dimana dalam kehidupan keseharian kita baik pribadi maupun masyarakat dan Pemerintah perlu saling mengoreksi dan mengevaluasi diri kita masing-masing sudah sejauh mana makna kemanusiaan (Hablum minannas) dapat dipraktekkan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

    Oleh karena itu kata Bupati, didalam hidup dan kehidupan ini apa bila ada hal-hal yang secara sengaja maupun tidak telah kita perbuat yang dapat merenggangkan hubungan persaudaraan antara sesama, maka pada hari ini merupakan momentum yang tepat untuk saling maaf memaafkan antara satu dengan lain, guna menghubungkan kembali tali silaturahmi dan kasih sayang.

    "Marilah simpul-simpul yang lupuk kita rajuk kembali sehingga gema takbir tahmid dan tahlil yang dikumandangkan beberapa hari lalu dapat menyejukkan kalbu kita yang dalam, menyejukan hati masyarakat untuk itu patut kita serukan kecuali ajakan melakukan tafakurvdan perenungan diri,” pintanya.

    Kita baru saja meninggalkan puasa ramadhan maka kita harus pertanyaan apakah kita bisa menjadi orang yang bertakwa. Puasa umat islam itu sebenarnya sangat mudah ada 29 atau 30 hari, tidak sama dengan puasa para Nabi-Nabi terdahulu karena mereka ada pantangannya semua itu supaya menjadi dan melahirkan menjadi orang yang bertakwa, terangnya.

    “Kata Imam Al Ghazali adalah Manusia bisa satu tingkat di bawah Malaikat dan satu tingkat di atas Iblis. Mengapa kita diantaranya Malaikat dan Iblis karena kita diberikan Nafsu dan akal sehingga Allah memberikan kita puasa untuk mengarahkan Puasa tersebut untuk menjadi baik,” tutupnya.  
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +