-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemerintah Daerah Aceh Tamiang Laporkan 13 Ekor Sapi Mati

    Selasa, 24 Mei 2022, 03.23 WIB Last Updated 2022-05-24T10:23:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    ACEH TAMIANG , bidikindonesia. Com


    Dalam mengantisipasi pecegahan Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang lembu, Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn keluarkan Surat Edaran Nomor : 520/2133/2022 dan pihak Pemerintah Daerah terus melaporkan perkembangan kasus. Sabtu (14/05/2022). 

    Surat edaran tersebut diterbitkan berdasarkan dari hasil Laboratorium Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Balai Veteriner Medan Nomor : 2086/PK.310/F4.1/05/2022 Perihal Hasil Pengujian Spesimen yang diambil saat melakukan investigasi pada tanggal 7 Mei 2022 di beberapa lokasi atau Desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tepatnya di Desa Alur Bemban dan Desa Paya Meta Kecamatan Karang Baru dinyatakan dengan hasil Positif terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


    Berdasarkan dari hasil Laboratorium Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakkan dan Kesehatan Hewan Pusat Veteriner Farma Surabaya Nomor : 06001/PK.310/f4.H/05/2022 Perihal Hasil Uji Sampel Suspect PMK dari Balai Veteriner Medan. Hasil pengujian sampel suspect PMK dari 10 sampel ternak, yang masing-masing diambil spesimen serum, plasma dan swab menunjukkan bahwa 10 ekor ternak tersebut menunjukkan hasil uji Positif PMK.


     


    Dari Hasil Uji Laboratorium yang dilaksanakan oleh Balai Veteriner Medan dan Pusat Veteriner Farma Surabaya, maka Bupati selaku Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil tindakan untuk tidak berjangkitnya penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Aceh Tamiang, melakukan beberapa hal :


    Satu : Penutupan Pasar Hewan yang berada di Kampung le Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang mulai hari Kamis tanggal 12 Mei 2022 sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. 


    Dua : Kepada para Camat dalam Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyurati seluruh Kepala Desa (Datok Penghulu) untuk melarang melakukan jual beli ternak sapi baik di dalam Kabupaten Aceh Tamiang maupun keluar daerah dan begitu juga melarang warga Kabupaten Aceh Tamiang membeli sapi dari luar daerah untuk dibawa pulang ke wilayah Kabupaten Aceh Tamiang;


     


    Tiga : Kepada para Peternak untuk dapat menjaga ternak sapinya agar tidak berkeliaran (dikandangkan). 


     


    Empat : Kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani bidang peternakan harus melakukan pembinaan, pengobatan dan vaksinasi terhadap ternak-ternak masyarakat yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 


    Lima : Kepada OPD yang menangani bidang peternakan harus mengawasi keluar masuknya ternak dalam Kabupaten Aceh Tamiang. 


    Enam : Kepada agen-agen pengumpul (pedagang ternak) tidak boleh melakukan kegiatan aktifitas jual beli ternak baik ternak yang ada di dalam Kabupaten Aceh Tamiang atau ternak dari luar Kabupaten Aceh Tamiang. 


    Selanjutnya daftar  akibat PMK di Kecamatan Bandar Pusaka 37 ekor sapi sakit, Tenggulun 46 ekor sapi sakit, Karang Baru 310 ekor sapi sakit dan 3 ekor sapi mati, Seruway 1004 ekor sapi sakit, Bendahara 452 ekor sapi sakit dan 6 ekor sapi mati, Banda Mulia 340 ekor sapi sakit dan 1 ekor sapi mati, Manyak Payed 116 ekor sapi sakit dan 1 ekor sapi mati serta 1 ekor sapi potong paksa, Rantau 264 ekor sapi sakit dan 2 ekor sapi mati, Kejuruan Muda 244 ekor sapi sakit dan 3 ekor kerbau sakit. 

    Total sapi sakit akibat PMK 2.813, sapi mati 13 ekor dan 2 ekor potong paksa, sedangkan kerbau sakit akibat PMK sebanyak 3 ekor ( poris). 



     



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +