-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengabdian Dosen STIM Sosialisasikan masalah kesehatan masyarakat dan pengelolaan BUMG

    Rabu, 22 Juni 2022, 20.45 WIB Last Updated 2022-06-25T06:48:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Bidik Indonesia.com. Banda Aceh. Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Banda Aceh, tentang Manajemen Pengelolaan BUMG dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG) di Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh


    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa, selalu dirangkaikan dengan pengenalan tentang keunggulan program studi manajemen STIM Banda Aceh. Adapun bentuk kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah sosialisasi tentang masalah kesehatan yang ada di masyarakat dan pengelolaan BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) dalam meningkatkan pendapatan asli desa, kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22 Juni 2022 bertempat di Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 4 Kampus Swasta yang ada di Kota Banda Aceh yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satu materi yang dibawakan antara lain, pencegahan stunting dan pengelolaan BUMG di Desa.

    Muhammad Munzir, S.H., M.Si. selaku Dosen Tetap STIM Banda Aceh dan juga sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Aceh Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI), menyampaikan bahwa salah satu dasar hukum BUMG adalah UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, diikuti dengan Peraturan Pemerintah dan Permendes sampai kepada tahap Qanun Aceh No. 1 Tahun 2019 tentang Pemerintahan Gampong, menyebutkan bahwa untuk mewujudkan desa sebagai cermin bahwa perekonomian masyarakat berhasil maka dituntut peran dan partisipasi aktif dari masyarakat desa untuk membangun dan mendirikan kelembagaan yang sistematis sehingga mampu memberikan peningkatan bagi masyarakat desa salah satunya adalah BUMDes atau BUMG.

    BUMG merupakan lembaga yang dibentuk atas dasar semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan untuk mendayagunakan segala potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pengelolaan BUMG perlu dipahami oleh pemerintah gampong, pemerintah kabupaten, masyarakat, anggota penyerta modal, dan Badan Pengawas Desa/ Gampong.

           Kasus stunting di Aceh Sangat Memprihatinkan 

    Pelaksanaan dan pengelolaan BUMG memiliki prinsip-prinsip yang harus dipahami dan perlu dipersiapkan dengan cara yang sama sehingga dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan perekonomian gampong. Prinsip-prinsip yang harus dipahami dalam pengeloalan BUMG antara lain Kooperatif, Partisipatif, Emansipatif, Transparan, Akuntabel dan Sustainable.

    Kendala yang dihadapai dan menjadi penyebab gagalnya pengelolaan BUMG baik secara operasional maupun pengembangan bentuk usahanya terletak pada kurangnya sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dan keberanian dalam membaca peluang berdasarkan potensi gampong, kurangnya sosialisasi, pendampingan baik dari pemerintah, perguruan tinggi dan LSM dalam rencana pengembangan BUMG, pemahaman masyarakat yang homogen sehingga mengakibatkan minimnya daya cipta masyarakat dalam mengembangkan potensi gampong untuk dimanfaatkan dalam pembentukan unit usaha.

    Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi kini tidak hanya berhenti pada laporan tapi dapat ditulis pada jurnal dan diseminarkan seperti saat ini. Melalui seminar seperti inilah pengalaman terjun ke masyarakat dalam bentuk pengabdian pada masyarakat bisa dipertanggungjawabkan dan didesiminasikan lebih luas lagi. Ini adalah bagian dari tanggung jawab keilmuan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +