-->
  • Jelajahi

    Copyright © BIDIK INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Polres Tubaba Garap PTSL Tiyuh Toto Katon, Kati Tunggu Panggilan ke Empat

    Sabtu, 04 Juni 2022, 09.16 WIB Last Updated 2022-06-04T16:16:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Tubaba,Bidikindonesia
    ,- Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 lalu yang dilaksanakan di Tiyuh (Desa) Toto Katon, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diperiksa Kepolisian setempat.


    Program PTSL di Tiyuh tersebut diperiksa Aparat Penegak Hukum (APH) lantaran disinyalir terjadi pelanggaran hukum terkait kegiatan tersebut.


    Dari data yang dihimpun wartawan, Pemerintah Tiyuh Toto Katon bersama panitia PTSL melakukan penarikan diatas harga yang ditetapkan, yaitu hingga Rp800.000,-.


    Padahal, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yaitu Menteri Agraria - Tata Ruang, lalu Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memutuskan dan menetapkan pada kategori IV dalam hal ini wilayah Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Kalimantan Selatan sebesar Rp200.000,-.


    Lantaran perihal inilah, panitia PTSL Tiyuh Toto Katon dilakukan pemeriksaan oleh Tipikor, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tubaba.


    Didik, Kepala Tiyuh Toto Katon mengaku telah berulangkali diperiksa Tipikor untuk mempertanggung jawabkan perihal tersebut.


    "Sudah tiga kali diperiksa Polres, terakhir puasa kemarin, ini lagi menunggu panggilan selanjutnya," ujar Didik saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 04 Juni, 2022.


    Namun, dalam pemeriksaan Kepolisian tidak hanya Didik sebagai Kepala Tiyuh, melainkan bersama dua orang panitia pelaksana PTSL lainnya.


    "Yaa sepertinya semua panitia PTSL nya," ungkapnya.


    Meski demikian, Didik membenarkan panitianya melakukan penarikan melebihi standar yang telah ditetapkan pemerintah. Namun dia membantah jika penarikan diluar ketetapan dilakukan kepada seluruh masyarakat pembuat buku PTSL tersebut.


    "Ditariknya pariasi, ada yang Rp600.000 ada yang sampai Rp800.000. ada juga yang tidak, kayak punya Tiyuh dan orang tidak mampu," pengakuannya.


    Namun anehnya, Kepala Tiyuh ini tidak mengetahui secara pasti apa kegunaan kelebihan penarikan hingga Rp.800.000, diluar standar ketetapan dalam SKB tiga menteri tersebut. 


    "Kalau kegunaannya tidak tahu saya, itu yang tau pak Saibun panitia PTSL-nya," tandas Didik.


    Diketahui, pada tahun 2021 lalu Tiyuh Toto Katon ini menerima kuota PTSL sebanyak 122 buku.


    Dari lebihnya penarikan yang dilakukan panitia, diduga adanya keterlibatan salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) yang juga ikut menerima kelebihan aliran dana tersebut.


    Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih menunggu pemanggilan selanjutnya oleh Kepolisian terhadap sejumlah panitia pelaksana program PTSL ini. (Ja/ky)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Nasional

    +